Beberapa hari kerabat kim menghubungiku. Mereka menemukan beberapa bukti kecil masalah kim. Diam diam aku bekerja sama dengan kerabat kim yang pro kim untuk menjatuhkan paman kim si seon. Mereka juga memiliki dendam tersendiri dengan seon ini, jadi aku manfaatkan. Aku juga kirim mata mata ke dalam internal perusahaan seon. dia adalah jack temanku dikorea. Aku coba untuk menjebak seon. Kusebarkan juga isu isu korupsi lewat dunia maya, tentu dengan mencantumkan bukti bukti konkrit. Nampaknya seon itu sangat jengkel. Dia juga mengirimkan intel untuk mengawasi orang orang mencurigakan. Tentu aku juga mencari info tentang intel intel itu.
“Kim, kalo aku bisa memperbaiki hubungan keluargamu, apa yang akan kamu lakukan dek kim”? Tanyaku.
“nggak ada yang bisa adek berikan lagi untuk mas, tapi tentu adek sangat berterimakasih sama mas.” Jawabnya
“baiklah dek kim, kalau begitu aku ingin kamu menjadi wanita yang seperti aku inginkan, gimana? “ tanyaku.
“adek akan lakukan apapun itu, jika itu untuk kebaikan kita mas” jawab kim.
Tiba tiba telpon dari jack, aku angkat telpon itu.
"bos, aku ketahuan, mereka sekarang sedang mengepungku. mereka bawa senjata"
"dorr"
terdengar suara tembakan, dia tampaknya sedang terdesak. Aku tenangkan dia, kuberi intruksi spesial kepadanya. Dia menurutiku. Aku menjanjikan akan membawanya keluar dengan selamat. Kupanggil kerabat kim dan kuminta untuk menekan seon itu. Dengan memberikan bukti bukti. Untuk memancingnya.
Kuhubungi polisi dan kuberi informasi kalau ada pembunuh berantai juga di rumah seon. Aku kirimkan foto salah satu intel. Aku juga kaget kalau seon sampai menyewa pembunuh berantai. Polisi itu dengan sigap langsung melesat kerumah seon. Polisi akhirnya menemukan orang yang mereka cari 2 tahun lalu.
Aku juga melesat ke rumah seon itu. Tak lupa aku undang ayah kim untuk kesana dengan meretas no HP seon. Sampainya disana aku melihat jack tampak babak belur dipukuli oleh para intel. Kulihat juga mereka membawa senjata api. Saat akan menembak mata mataku. Aku muncul untuk menghambat mereka. Untuk kedua kalinya aku bertindak gila lagi. Sekali tembakan mungkin akan menewaskanku saat itu juga. Kucoba mengulur waktu sampai yang lainnya datang.
Satu tembakan mengarah ke kakiku. Sepertinya mereka serius ingin membunuhku. Mata mataku juga ditembaknya dikakinya. Kami berdua terjatuh dilantai sambil berdarah. Saat kami akan ditembak lagi tiba tiba ayah kim datang dan menghentikan mereka. Ayah kim kaget melihat kakaknya menghajar seseorang dan berusaha membunuh kami.
“Apa apaan kakak ini”?
Dorr...
Tembakan kembali mengenai badan ayah kim, yang menembak tidak lain adalah kakaknya sendiri.
“Kakak? Kamu bukan adikku lagi setidaknya setelah kamu yang diberikan hak predir oleh ayah bukannya aku.
Setelah kamu mati, semua usahamu biar aku yang tangani, Memang harusnya aku yang tangani.” Jawabnya jelas.
“Maksud kakak”? Ayah kim masih bisa bicara setelah terkena tembakan itu.
“tentu rencana untuk menjauhkan hak waris kepada anakmu sudah berhasil kan, karena itu hak waris selanjutnya ada padaku kakakmu, hahaha” jawabnya lagi.
“tidak mungkin, kakak?” ayah kim nampak terjatuh kelantai.
Dorr... seon mengarahkan pistolnya ke kepala ayah kim. Untungnya aku melindungi dengan tubuhku. Sebagai gantinya akulah yang terkena tembakan itu. Karena peluru masih ada, ditembakannya lagi sampai 4 kali dan tubuhku menjadi perisai hidup ayah kim.
Dan tembakan dari arah lain mengacaukan suasana.
Polisi menembak seon sampai tersungkur. Terjadi tembak menembak yang sengit. Karena kalah jumlah seon pun kalah. Aku juga kembali pingsan diatas tubuh ayah kim.
3 hari kemudian.
Kim berada disampingku sambil memegangi tanganku.
“mas sudah sadar, syukurlah”
“Mmmnn..” tubuhku mati rasa, mungkin karena tiga hari tertidur terus.
Kulihat juga ayah kim berada diranjang yang berbeda diruangan yang sama. Nampaknya dia sudah sadar. Tak kusangka ayah kim ini sangat kuat. Aku malu karena kalah dari orang tua sepertinya.
“Kamu sudah sadar, emm.. terima kasih telah menyelamatkanku, jika tidak ada kamu, mungkin aku sudah disurga sana”.
“eh.. surga?” kataku.
“ehh.. kenapa emangnya aku nggak pantas disurga hah” kata ayah kim siselingi ketawa kim dan mamanya.
“Kamu nggak seperti biasanya nak, dua kali kamu mempertaruhkan nyawamu seperti ini.” Kata ayahku.
“Iya mungkin karena kim, dia berani seperti ini” kata mamaku juga.
“nggak mungkin karena kim lah yah, ma” kata kim.
“Betul, kim lah yang membuatku menjadi gila seperti ini, istriku memang luar biasa ya” kataku lagi.
Cie cie... Mereka bersorak mendengar gombalanku.
Nampaknya hubungan kim dengan orang tuanya sudah membaik. Terlihat dengan percakapan mereka yang tidak kaku seperti biasanya. Ayah kim juga meminta maaf karena sudah salah mengira selama 5 tahun terakhir. Aku bersyukur misiku berhasil walau harus mengorbankan diriku tertembak dulu.
Beberapa bulan kemudian.
Aku menjadi direktur selanjutnya pengganti seon. Walau sebenarnya bukan itu yang aku incar. Tapi tak apa lah. Aku juga mengangkat asisten pengganti, karena asisten sebelum nya terbukti ikut dalam rencana penggelapan dana itu.
“Sakit nggak, hahah” kataku.
“sakitlah, untung aja aku nggak mati waktu itu bos”
“Itu karena aku tepat waktu jack”
“Tapi kamu kan tertembak juga hahaha, 6 kali malahan bos” katanya
“yang penting rencana kita sukses, dan sekarang bagaimana apa kamu menemukan orang lain di dalam perusahaan ini yang ikut menggelapkan keuangan. Aku tau tak mungkin ini terjadi hanya karena 2 orang saja kan” kataku
“sebagai mata matamu, tentu aku sudah memiliki banyak informasi, setidaknya aku sudah menemukan 15 pejabat lain yang terlibat.” Katanya.
“Jadi kapan kita menjebak mereka selanjutnya”? Tanyaku.
“Saya siap kapan saja, kakakku jhon juga siap membantu kok”
Sekarang aku mengangkat jack sebagai asisten baru. Dia adalah adik dari kerabat kim yang membantuku. Dan sekarang kami akan menangkap maling lainnya. Kuharap tikus tikus ini tertangkap dengan cara yang lebih menyakitkan.
Dikonfirmasi bahwa seon dipenjara 15 tahun, karena korupsi dan percobaan pembunuhan, serta dengan penggunaan senjata api ilegal. Dan intel intel nya juga ikut bersamanya dipenjara karena terbukti membawa m*******a dan karena kasus pembunuhan sebelumnya.
“Aku pulang” ketika sampai dirumah kim menyambutku dengan cemberut.
“Lo kok malah cemberut gini sih adek kim tercinta?” godaku.
“soalnya appa masih manggil nama amma.” Jawabnya
“eh appa, amma, kok tumben? “ tanyaku.
Kemudian kim mengambil tes USG dan menunjukkan kepadaku bahwa dia tengah hamil.
“Hah” aku berkaca kaca dan langsung memeluknya.
“Makasih dek kim, eh maksudnya amma...”
“Ya appa”.
“terima kasih telah menjadi istriku amma, aku mencintaimu” kataku.
Kami hidup bersama sejak saat itu dikorea, ayah dan mamaku juga ternyata betah dikorea, mereka terus terusan jalan jalan bersama mama dan papa kim. Sedangkan satu persatu tikus sudah tertangkap. Dan mereka mendapatkan hukuman yang seharusnya.