"Ayo lebih cepat lagi, jangan berenti ini masih 50 putaran, masih ada 50 putaran lagi" teriak sang
kakek tua kepada cucunya yang sedang berlatih.
"Kek, 𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨 capek, tolong beri 𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨 minum dulu, 𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨 benar-benar haus" mohon cucu kecilnya kepada sang kakek.
"Tidak 𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨 kau tidak boleh minum sebelum menyelesaikan latihanmu, kau pasti bisa, ayo jangan berenti! Ini semua demi kebaikanmu untuk bisa bertahan di masa depan" balas sang kakek tua.
𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨 kecil yang masih berumur 7 tahun terus berlari sambil meringis menahan rasa haus dan
laparnya.
Bruukkk
𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨 terjatuh pingsan ketika ia masih sampai pada putaran 60, Melihat itu kakek hanya bisa menghela nafas panjangnya. '𝒎𝒂𝒂𝒇𝒌𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒌𝒆𝒌 𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨, 𝒊𝒏𝒊 𝒔𝒆𝒎𝒖𝒂 𝒌𝒂𝒌𝒆𝒌 𝒍𝒂𝒌𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒂𝒈𝒂𝒓 𝒌𝒂𝒖 𝒃𝒊𝒔𝒂
𝒎𝒆𝒏𝒋𝒂𝒅𝒊 𝒘𝒂𝒏𝒊𝒕𝒂 𝒚𝒈 𝒌𝒖𝒂𝒕 𝒅𝒂𝒏 𝒕𝒂𝒏𝒈𝒈𝒖𝒉 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒕𝒂𝒌 𝒕𝒆𝒓𝒌𝒂𝒍𝒂𝒉𝒌𝒂𝒏 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝒔𝒊𝒂𝒑𝒂𝒑𝒖𝒏. 𝑺𝒆𝒕𝒆𝒍𝒂𝒉 𝒌𝒂𝒌𝒆𝒌 𝒕𝒊𝒂𝒅𝒂,
𝒌𝒂𝒖𝒍𝒂𝒉 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒎𝒊𝒎𝒑𝒊𝒏 𝒌𝒍𝒂𝒏 𝒊𝒏𝒊'' batin sang kakek menatap sendu cucunya.
Sebenarnya 𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨 tidak benar-benar pingsan, ia hanya terjatuh akibat kakinya yang sudah tidak kuat lagi untuk berlari. 𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨 melihat tatapan sendu sang kakek, ia tahu bahwa kakeknya sangat menyayanginya meskipun didikan keras dan latihan yang berat selalu diberikan kepadanya, namun 𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨 tahu bahwa kakeknya melakukan ini semua demi masa depannya.
𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨 sadar jika kakeknya tak akan selalu berada disampingnya dan ia harus bisa menjadi wanita kuat seperti yang diinginkan kakeknya.
𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨 mencoba untuk bangkit kembali kemudian melanjutkan berlarinya. "Kakek, 𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨 akan selesaikan latihan hari ini" teriak 𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨 sambil tersenyum hangat kepada kakeknya dan melanjutkan berlarinya dengan kaki yang tertatih-tatih.
Kakek membalas senyuman 𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨 dengan hati yang menghangat. "Kau memang cucuku yang kuat nak" lirih sang Kakek menatap bangga pada 𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨
•••••••••••
Kilasan masalalu dari seorang gadis yang sedang duduk sendiri diatas rooftop markasnya, menghabiskan waktunya disana ketika dia sedang merasa rindu dengan seseorang yang begitu berarti dalam hidupnya.
"Kakek 𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨 rindu" lirihnya sambil meneteskan air matanya.
Tak lama dari itu, ia menghapus kasar air matanya sambil menggelengkan cepat kepalanya. Dengan sorot mata yang tajam ia berdiri lalu turun keluar rooftop menuju penjara bawah tanah dimana banyak tawanan
penjahat disana.
"Selamat malam Queen" ucap para pengawal membungkukkan badannya untuk memberi hormat pada Queen mereka yang baru saja tiba dipenjara bawah tanah.
"Bawakan satu mangsa" perintah Queen dengan nada datarnya.
"Baik Queen" jawab salah satu pengawal lalu berjalan membawa satu tawanan ke ruang eksekusi.
"Hai, sudah siap bertemu dengan sang pencipta" ucap Queen dengan seringai khasnya yang
mampu membuat siapapun merinding melihatnya.
"A ampun Queen, sa saya benar-benar menyesal, tolong ampuni saya" mohonnya sambil bersujud
dibawah kaki Queen dengan tubuh yang bergetar ketakutan.
Bagaimana tidak? ucapan ciri khas sang Queen sudah terucap, yang mana sebentar lagi dia akan
mati dan sebelum mati pun dia harus mendapatkan siksaan yang mengerikan. Jika boleh memilih, dia lebih baik langsung mati
dari pada harus mendapatkan siksaan dari sang Queen Black Mafia.
Siapa yang tak mengenal sosok Queen Black Mafia ?
𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨 𝙍𝙖𝙝𝙖𝙮𝙪 𝙋𝙪𝙩𝙧𝙞 𝘼𝙡𝙚𝙭𝙖𝙣𝙙𝙚𝙧, sosok pemimpin dunia bawah yang lebih dikenal dengan Queen Black Mafia karena kekejamannya yang tak pernah pandang bulu dan tak kenal
dengan kata ampun untuk membunuh dan menyiksa musuhnya hingga lebih baik mati
daripada harus berhadapan dengannya.
Di usianya yang baru menginjak 18 tahun, 𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨 mampu memimpin klan mafia yang
diturunkannya kepadanya dari sang kakek '𝙒𝙞𝙧𝙖 𝙎𝙢𝙞𝙩𝙝 𝘼𝙡𝙚𝙭𝙖𝙣𝙙𝙚𝙧' pemimpin salah satu Mafia terkuat dibelahan dunia “The Black Vagos" siapa
yang tak mengenal klan tersebut Klan yang hampir menguasai klan-klan di dunia bawah, belum lagi bisnisnya yang ada dimana- mana semakin membuat nama The Black Vagos berada di posisi atas yang harus diingat dan harus dihindari.
Untuk tidak diusik. Apalagi semenjak 𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨 mengambil alih kemimpinan sang kakek, The Black Vagos semakin bertambah kejayaannya dan kekuasaannya yang semakin merambat ke manca dunia. Kecerdasan dan kecerdikan 𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨 memang tak bisa diragukan lagi.
Hidup tanpa kasih sayang kedua orang tuanya dan dirawat oleh kakeknya yang mendidiknya
Secara keras membuat 𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨 menjadi sosok yang dingin tak tersentuh, tak mengenal belas kasih kepada siapapun, sehingga dia terbiasa hidup di dunia bawah yang gelap akan kehidupan.
"Aarrkkhh aa ampuun Queen, bunuh saja saya, arrkhh" teriak 𝙍𝙚𝙧𝙚 yang sedang dikuliti hidup
hidup oleh 𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨.
"Gue suka teriakan lo minta dibunuh" seringai 𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨 dengan senyum smirknya lalu ia
mengambil air perasan dan disiramkannya pada seluruh tubuh 𝙍𝙚𝙧𝙚.
"Darah lo bau makanya gue kasih air perasan" ucap santai 𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨 tak memperdulikan 𝙍𝙚𝙧𝙚 yang menjerit kesakitan.
"Aaarrkkkkhhhh" teriakan kesakitan 𝙍𝙚𝙧𝙚 begitu memekikan telinga para pengawal yang hanya bisa menahan nafas ngeri melihat Queennya menyiksa tawanannya tanpa rasa belas kasih dan
Queennya hanya tersenyum senang bak psikopat gila padahal tawanannya sudah seperti mayat
hidup tak berbentuk. Meskipun mereka sudah terbiasa melihat Queennya menyiksa para tawanan, tapi tetap saja mereka masih merasa takut dan ngeri melihatnya karena Queennya akan menyiksa mangsanya dengan cara yang
berbeda-beda.
"Sudah mat*?" tanya 𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨 terlihat begitu enteng mengucapkannya.
"Bereskan!" lanjut 𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨 memerintahkan pengawalnya untuk membereskan kekacauan lalu ia pergi keluar menuju kamarnya untuk membersihkan dirinya yang sudah dipenuhi
dengan darah.
•••••••••••
Tok Tok Tok
“Masuk" ucap 𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨 dari dalam ruangannya.
Ceklek
Kemudian muncullah sosok gadis yang seumuran dengannya membawa berkas untuk diserahkan kepada 𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨.
"Malam Queen, ini berkas perpindahan lo ke Indonesia besok" ucap 𝘽𝙚𝙡𝙡𝙖 tangan kanan 𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨 sekaligus Deputy leader The Black Vagos.
"Hem" balas 𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨 sambil membaca berkasnya.
"Queen, lo yakin mau pindah ke Indonesia ? disanakan a-" ucapan 𝘽𝙚𝙡𝙡𝙖 terhenti kaundur
𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨 lebih dulu memotongnya.
"Gue yakin, lo gak perlu khawatir"
"Hm oke, gue keluar" undur 𝘽𝙚𝙡𝙡𝙖 keluar dari ruangan 𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨.
"Hm"
'𝑮𝒖𝒆 𝒉𝒂𝒓𝒂𝒑 𝒍𝒐 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒎𝒆𝒍𝒂𝒘𝒂𝒏 𝒕𝒓𝒂𝒖𝒎𝒂 𝒍𝒐 𝒔𝒂𝒌𝒂𝒍𝒊𝒑𝒖𝒏 𝒊𝒕𝒖 𝒔𝒖𝒍𝒊𝒕, 𝒕𝒂𝒑𝒊 𝒈𝒖𝒆 𝒚𝒂𝒌𝒊𝒏 𝒍𝒐 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝙋𝙧𝙞𝙣, 𝒍𝒐 𝒊𝒕𝒖 𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒕𝒆𝒓𝒌𝒖𝒂𝒕 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒑𝒆𝒓𝒏𝒂𝒉 𝒈𝒖𝒆 𝒕𝒆𝒎𝒖𝒊'' batin 𝘽𝙚𝙡𝙡𝙖 sebelum menutup pintu ruangan 𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨, sembari
menatap lekat 𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨 lalu ia pergi melangkah menuju kamarnya.
𝘽𝙚𝙡𝙡𝙖 𝙒𝙞𝙡𝙡𝙞𝙖𝙢 sosok yang sama dengan 𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨, sama-sama irit bicara, bicara seperlunya, dingin dan sama-sama hidup tanpa kasih sayang kedua orang tuanya. 𝘽𝙚𝙡𝙡𝙖 selalu merasa beruntung karena dia bisa dipertemukan dengan sosok 𝙋𝙧𝙞𝙣𝙘𝙚𝙨𝙨, sosok yang merubah kehidupan kelamnya menjadi lebih berarti untuk dirinya sendiri sekalipun dunia bawah sama saja
gelapnya, tapi dia bisa menjadi lebih kuat untuk dirinya sendiri tanpa harus memikirkan rasa sakitnya di kehidupannya yang dulu.
"Siapkan semuanya tanpa ada kesalahan sedikitpun" ucap 𝘽𝙚𝙡𝙡𝙖 pada seseorang diseberang sana lalu mematikan sambungan telepon secara sepihak.
Tut
"Anj*ng emang tu anak! kebiasaan matiin sebelum gue ngomong" umpat seorang pria yang
barusan melakukan panggilan dengan 𝘽𝙚𝙡𝙡𝙖.
"Udah biasa kali dia kaya gitu, jadi maklumi aja" kekeh teman pria yang sedang berada disampingnya.
"Gak Queen gak deputy sama aja anjirrr kesel gue lama-lama, rasanya pengen gue tabok tuh muka
datar" lanjut pria itu.
"Emang lo berani?" tanya temannya.
"Kagak hehe" ucap pria itu sambil tertawa dan sang teman hanya bisa geleng- geleng kepala
melihat kelakuan temannya.
ʙᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ...