Pagi ini Ralph terlihat lebih cerah dari biasanya. Bibir pemuda itu tak hentinya menyunggingkan senyum kala seragam sekolah sudah melekat di tubuhnya. Matanya menatap pantulan dirinya di depan cermin yang terlihat semakin menawan karena seragam mahal tersebut.
“Ralph, ayo sarapan.” Suara Andara menginterupsi dari balik pintu membuat Ralph segera menghentikan kegiatannya.
“Iya, Ma!” sahut Ralph berteriak. Setelah itu Ralph mengambil tasnya dan keluar dari kamar. Terlihat Andara yang tengah menunggunya untuk sarapan.
“Mama masih disini? Ralph kira udah turun duluan,” ucap Ralph setelah mengecup pipi Mamanya.
Andara mendengus, “Nanti kalau gak Mama tunggu, kamu bakal kelamaan ngaca nya.”
Ralph cengengesan lalu mengajak Mamanya menuju lift. Ratu di rumah itu harus diistimewakan dan jangan