Keadaan kantin menjadi hening setelah suara pecahan itu memenuhi pendengaran mereka. Tak terkecuali Ralph, Erick, dan Brandon yang hanya terdiam karena merasa itu bukan urusan ketiganya.
“Apa kalian tak memiliki hati nurani untuk membantu sesama?!” cetus seseorang yang menjatuhkan piring dari tangannya.
“Tidak,” jawab Erick, “bukankah kau melarang kita atau siapapun ikut campur urusanmu?” Jelasnya mengingatkan.
Gadis yang tadi tersungkur itu menggertakkan giginya kesal. Matanya menghunus Ralph, Erick, serta Brandon bergantian bak laser. Memang benar, jika dilihat dari luar ketiganya bak pria yang tak memiliki hati nurani. Namun Erick dan Brandon hanya menuruti perintah dari gadis tersebut. Dengan wajah memerah padam, gadis itu berlalu membuat Ralph yang belum mengetahui hanya bisa memas