Kedua orang dewasa itu masih saja bungkam meskipun sang pemberi pertanyaan menatap dengan pandangan menuntut. Silvia yang takut dimarahin karena dianggap menghasut, sedangkan Andara yang bingung harus berbicara apa dengan sang suami.
“Kok gak ada yang jawab? Yang kalian bahas itu apa?” tuntut Mores lagi tidak sabar.
Andara melirik Silvia yang sekarang menundukkan kepalanya. Wanita itu paham jika manager putrinya takut berhadapan dengan sang suami. Sebagai orang yang lebih tua, Andara akhirnya angkat bicara supaya tidak didesak lagi.
“Ini, ada tawaran jadi model di agency tempatnya Ralin. Tapi untuk anak-anak,” jelas Andara sedikit.
Mores yang agaknya belum connect dengan maksud dari ucapan itu hanya bisa menatap bingung istrinya. Melihat ketidakpahaman sang suami, Andara langsung meng