"Selamat pagi orang-orang lemah pembuang sampah plastik!" Seru Reinhart setelah mengeluarkan mobil Lamborghini Centenario Roadster miliknya itu,
"Huh ribut lo!" Tegur Chrystal, "Ayam pada insecure sama teriakan lo,lebih ngebangunin orang komplek hahaha,"
“Yehh apaan,cakep gini. Ayam kali yang insecure liat muka gue!” Balas Reinhart,
“Idihh! Yang ada ayam muntah tau nggak? Sok cakep lu,”
“Yeee emang gue cakep,lo aja sering liat. Pura-pura nggak terpesona kan?” Goda Reinhart membuat Chrystal salting (salah tingkah) dan nge-blush seketika,
Ave dan Ezielle berbarengan mengeluarkan mobil LaFerrari Aperta milik mereka,seperti sudah janjian sebelumnya.
"Ribut terosss," Ledek Ave detelah turun dari mobil,
"Pacaran gih cocok,yeheee." Ezielle ikutan nyaut sembari memperbaiki tatanan bajunya,
"Ini nih, treak-treak heran dah masa----" Chrystal yang sedang menjelaskan terhenti karena ada suara mobil yang cukup mengganggu.
Vrrrrmm vrrrmm vrrrmmm!
Semua menoleh ke arah mobil tersebut ,
Lambhorgini Aventador S Roadster,
Dan sang pemilik mobil keluar ,seperti ada cahaya-cahaya yang menyilaukan mata mereka.
"Damn! Shannon?" Semuanya terkejut,karena yang keluar adalah Shannon. Secara,Shannon males bawa mobil sendiri. Biasanya dia diantar oleh bodyguardnya.
Shannon cuma senyum songong "Gausa kaget , norak tau ga!"
"Mobil baru nih pasti! Gilaaa mulusss" Reinhart mengelus mobil Shannon, dah berasa kucing tuh.
"Baru lah lo mah katrok!" Geplak Chrystal,Reinhart meringis pelan. "Wong mulus gini, mana warnanya ngejreng pulaaa."
"Woah, udah boleh nih?" Ezielle menepuk bahunya pelan,
Shannon ngangguk, "Daripada dianggurin , mending bawa lah. Lagian kemarin ditawarin beli baru, cuma gue skip."
Semua mengiyakan saja,secara. Mau sombong apa? Kan semuanya sama-sama kaya haha,
"Shombooongg!" Seru Reinhart dengan nada yang nyebelin,
"Dah! Karena ini hari pertama Shannon bawa mobil, gimana kalo kita balapan? " Tantang Ave,
"Hmm boljug siiih,” Ezielle melirik ke Shannon, “Gimana neng?”
"Ya kali ga? KUY! " Chrystal dengan semangatnya,
"Eeeh apaan lo! Gak ah, lu semua enak dah biasa bawa. Lah gue baru sekali," Gerutu Shannon
"Shan! " Reinhart menepuk bahunya , lalu dia meragkulnya "Cobalah kenikmatan membawa Lambhorgini sambil ngebut, nikmatnya tiada tara! "
"Halaahh nih bocah nge fly ni!" Shannon ngelepasin rangkulannya, “Nggak pokoknya! Jelas kalah gue mah_-“
"Udah gas ajaaa Shan, asik tau ngebut. Ntar lo ketagihan,percaya dahh." Chrystal meyakinkan Shannon,
Setelah berpikir beberapa menit , jadilah Shannon mengiyakan tantangan itu. Mereka tentu sangat bersemangat kemudian bubar ke mobil masing-masing.
"Oke yang kalah, traktir pulsek ye!" Sahut Ezielle sambil masuk ke dalam mobil,
Setelah semua siap,mereka baru sadar kalo nggak ada orang yang mau hitung untuk memulai balapan ini.
"Lama kali! Ngapa? Ada lampu merah? " Seru Ave ngengas dari belakang,
"Auk nih gajelas,"
"KOK BELUM PADA BERANGKAT?" Akhirnya , teriakan Ernesto a.k.a Papa dari Ezielle membubarkan para pembalap F1 abal-abal komplek Stardust Residence.
•
•
•
•
Di perjalanan~
Mereka lewat jalan rahasia yang sepi , karena jalan ini hanya mereka yang tau.Jalan rahasia ini adalah proyek pembangunan yang dikerjakan oleh orang tua Reinhart. Yap,orang umum nggak tau sama sekali tentang jalanan ini.
Alasan dibuat sebagai sarana penjualan senjata, n*****a , dan barang ilegal lainnya.Supaya gak ketahuan jejak pengiriman / penerimaan barang-barang tersebut.Dan digunakan untuk jalan pintas ke sekolah biar nggak macet,tentunya.
"Pelan-pelan aja woyyy ngapasi!" Teriak Shannon kesal,dia masih sibuk dengan mobilnya itu.
"Kalo ga laju namanya bukan Lambhoooooo" Sahut Chrystal langsung mengambil jalur Shannon, sembari nikmatin angin.
"Ehh jangan dahuluin gue dong!"
"Dah udah ributnya, ah kek apa juga." Ave lewat dengan santainya masang tampang sok cool,
“Lah kok bisa otomatis gitu sih?” Shannon bingung karena Ave nggak pegang setir mobil sama sekali,
“C’mon Shan,it’s called autopilot. Mobil lo juga ada kalii,yaelah katrok:’)”
“Hoo hehe,kan udah gue bilang ini first day. Maklum lah yaelah lu!”
Sedangkan yang memimpin posisi didepan , Ezielle dan Reinhart. Tampak keduanya nggak mau kalah,emang ini nggak ada hadiahnya. Tapi gengsi doang ngahahaha,
Vrrrmmm vrrrmmmm vrrrrmm
"Ribut Ez! Iye tau mobil mahal!” Ledek Reinhart yang kompetitif,
"Ngaca! Mobil lo juga mahal b**o! " Sahut Ezielle santai sambil fokus ke depan,
"Gue aja lah menang sinii," Pinta Reinhart yang udah sekuat tenaga nginjek pedal,
"Yeh mo menang kok ngemis, kalahin lahh kok susa!"
Mereka pun mengurangi kecepatan saat sampai di depan gerbang pintu keluar jalan rahasia ini,supaya gak terlalu keliatan mencurigakan. Di gerbang tampak operator sedang nge-hack cctv setempat untuk mati terlebih dahulu,agar mereka lancar keluar dari jalan itu.
Jalan ini kan illegal,kalau jalan ini ketahua kan ga asik gabisa balapan liar lagi.
Sampai sekolah ~
Yang sampai duluan malah Ave dan Ezielle,padahal tadi Reinhart yang udah hampir jadi nomor 1. Mereka memutuskan untuk menunggu yang lain,tentu mereka jadi sorotan siswa Dyanora High School.
“Lama bener buset,jangan-jangan bolos lagi.” Gumam Ezielle sembari memainkan ponselnya,
"Kena tilang kali," Ave berangan-angan,
Ezielle pun menelpon Chrystal,nggak sampai diangkat mobil orangnya baru saja masuk dan parkir tepat disamping mobilnya. Begitu juga dengan yang lainnya,
"Gila kena tegur Direktur tadi di gerbang!" Gerutu Reinhart sambil mengacak rambutnya kasar,
"Hooh gara-gara trek-trekan nih chhh,nggak asik! Dia harus rasain balapan sama kita rasanya kayak apa,huhh." Chrystal mendecak,
"Lah gueeee??? Nggak tau apa-apa baru nyampe juga kena marah anjir gegara lu berdua!" Jewer Shannon ke Chrystal dan Reinhart,
Mereka ngeringis kesakitan, sedangkan Ave dan Ezielle ketawa puas. “Mampus dimarahin bundaa hahaha,”
"Dah,all clear. Jangan lupa traktiran ye," Ave tersenyum puas,
"Iya iya , dah masuk kelas dulu sono huh!"
.
.
.
Bersambung~