Revalina Dealova Angeline sekarang melihat keluarganya menatapnya dengan kecewa dan kesedihan, dia ingin minta maaf karena telah mengecewakan mereka semua. Dia ingin memperbaiki apa yang telah diperbuatnya di masa lalu, membully orang lain, make-up tebal, tidak tahu sopan santun dan selalu membantah apa yang dikatakan oleh ayah dan ibu serta kedua kakaknya.
Memang dirinya selalu dibiarkan berbuat semaunya meskipun Revalina ditegur dengan keras seperti pasilitasnya di tarik, tetapi dia tidak perduli akan hal itu.
Dia melakukan semua hal yang membuat keluarganya kecewa karena hasutan dari sepupunya Diandra Jasmine Alexander. Sepupunya ingin dia bercitra buruk sehingga Diandra lah yang akan mendapatkan banyak manfaat dari hal ini.
***
Revalina terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya ditempat yang asing memiliki udara yang sangat segar juga pemandangan yang sangat bagus karena ada air terjun yang cantik serta banyaknya pohon buah-buahan yang sedang berbuah sangat lebat.
dia bingung harusnya dia berada di alam lain karena meninggal di penjara dan tubuhnya tidak dikuburkan dengan layak.
Revalina meminta izin untuk mengambil buah apel karena dia lapar kemudian memakannya dengan halap buahnya sangat segar dan manis, dia mengambil kembali karena merasakan tubuhnya lebih baik dari sebelumnya.
kemudian dia meminum air di dekat air terjun dia merasakan manis dari air tersebut. Dia masih bingung dimana dia kenapa dia bisa disini, dia ingin keluar dari sini apakah bisa pikirnya.
Reva mengerjapkan matanya melihat sekeliling tidak ada lagi pemandangan pohon buah dan air terjun sekarang dia melihat kamar tidurnya panti asuhan sebelum dijemput oleh Ayah dan Ibunya, apakah tadi dia berada disebuah ruang paralel seperti novel-novel yang pernah dia baca juga ini kenapa dia kembali ke panti asuhan, dia kemudian melihat tanggal pada handphone miliknya ini 12 desember 2021 seminggu sebelum dia dijemput oleh Ayah dan Ibunya. Ini nyata dia terlahir kembali dia sangat senang, walaupun merasa aneh tetapi dia sangat bersyukur bisa kembali sehingga dia bisa memperbaiki kesalahannya dan membuat orang tuanya bangga.
Dirinya perlu membuat rencana agar dia bisa membalaskan dendamnya kepada Bibinya juga sepupunya yang menghasut dan membuatnya hancur.
***
Revalina sekarang memasak makanan untuk anak-anak panti, dirinya juga sering membantu pekerjaan dari Ibu panti seperti mencuci baju, menjaga anak panti dan lainnya.
Setelah membersihkan alat makan mereka semuanya anak-anak itu bermain dengan bahagia, ya karena mereka belum tahu bagaimana kerasnya dunia ini, melihat senyuman tulus dan tanpa beban adik-adiknya membuatnya tersenyum tulus.
Ya sebelum dirinya dihasut dia merupakan anak yang naive, bodoh dan polos tidak tahu betapa kejamnya dunia ini.
***
Reva menidurkan adik-adiknya karena sekarang malam dan jam 9 ini merupakan waktu tidur untuk adik-adiknya.
setelah menidurkan adik-adiknya dia menuju kamarnya untuk istirahat, dia ingin sekali memakan buah persik yang ada ditempat pertama kali dia datang dia ingin sekali memasukinya kembali tapi bagaimana caranya? dia saja bingung. dia ingin memasuki tempat itu kembali walaupun dia tidak tahu dimana.
dia mengerjapkan matanya hei ini dia kembali ketempat dimana pertama dia datang. Sangat menakjubkan dia kembali ke ruangan yang penuh dengan buah segar dan manis ini, Baiklah sekarang coba kembali dia pikirkan keluar dari tempat ini.
dia kembali ke kamarnya dipanti, dia kembali memikirkan memasuki tempat air terjun dan buah-buahan dia kembali ketempat itu, berarti dia bisa kembali ataupun keluar dari tempat ini hanya dengan memikirkannya saja. Dia sangat senang sehingga dia bisa memberikan buah-buahan ini kepada adik-adik pantinya nanti sehingga mereka bisa memakan buah-buahan ini walaupun tidak tiap hari mereka bisa memakan buah, ya karena panti asuhan ini mempunyai biaya dari pemerintah yang cukup untuk makan dan biaya sehari-Hari saja, pakaian pun mereka harus saling berbagi.
Reva menjelajahi ruang paralel yang tidak sengaja dia dapatkan ini, Reva melihat banyaknya bunga mawar berbagai warna dan juga kolam teratai, Reva penasaran akan bunga mawar yang memiliki cahaya menyilaukan dia mendekati bunga mawar tersebut dia sangat terkejut dia menemukan berlian sesuai dengan warna bunga mawar ini, ini sangat menakjubkan dan apakah ini bisa dibawa keluar untuk dijual agar bisa membeli pakaian dan biaya sekolah adik-adik pantinya, tetapi apakah ini asli? sebelum itu dia perlu makan buah persik yang dia idamkan terlebih dahulu. dia makan dengan senang karena rasanya segar dan manis, Reva akan membawa 4 buah naga dan 2 berlian putih untuk dimakan dan dijual. Reva memikirkan keluar dari ruang paralel ini, sehingga dia berada di kamarnya di panti, Reva menempatkan buah naga di dapur dan berlian di tasnya karena besok dia akan menjual berlian tersebut ke pasar, sekarang dia akan istirahat.
***
Pagi tiba dengan cepat cahaya matahari bersinar dengan sangat terang, Reva telah selesai membuat sarapan pagi mereka semua pancake buah naga dan bubur manis untuk batita.
setelah sarapan mereka berangkat ke sekolah masing-masing menggunakan bus sekolah yang telah disediakan oleh pemerintah.
***
Setelah pulang sekolah Reva menuju pasar yang tidak jauh dari sekolahnya, hanya perlu 10 menit berjalan dari sekolah. Dia menuju tempat orang berjual-beli berlian, Ya di desanya ini ada tambang berlian milik swasta dan pemerintah sehingga di desa banyak diperjual-belikan di pasar.
Reva menuju salah satu toko jual-beli berlian tersebut dan menanyakan harga berlian yang dijual disana dia perlu mengetahui harga pasaran berlian sekarang, karena dia benar-benar buta tentang harga berlian.
setelah berkeliling akhirnya dia tahu bahwa harga berlian tergantung berapa karat berlian tersebut. Dia menuju toko yang cukup besar untuk menjual berlian miliknya.
"Paman aku ingin menjual ini" ucap Reva memperlihatkan satu berlian yang dia miliki.
Paman tersebut melihat berlian tersebut dengan teliti.
"Nak, ini berlian yang sangat bagus dan cukup besar ukurannya, Paman akan membelinya seharga 25 juta, apakah kamu akan menjualnya kepada paman?" Tanya paman penjual dan pembeli berlian tersebut
"Ya paman, aku akan menjualnya kapadamu" Ucap Reva senang karena mendapatkan uang 25 juta untuk tambahan uang panti.
Paman tersebut memberikan uangnya 25 juta kepada Reva, Reva menempatkan uangnya di tas miliknya dan dia akan membeli sepeda untuk pulang nanti.
Reva kembali menuju toko penjual-pembeli berlian yang lain karena dia tidak ingin menjual ke dua berlian tersebut di tempat yang sama, dia khawatir akan ada yang curiga kepadanya yang memiliki 2 berlian.
"Bibi apa Bibi membeli berlian seperti ini?" Tanya Reva memperlihatkan berlian miliknya yang tersisa.
Bibi tersebut mengambil dan melihat dengan teliti berlian tersebut.
"kualitas berlian ini sangat bagus dan cukup besar Bibi bisa membeli 40 juta untuk berlian ini" Ucap Bibi tersebut.
"Baik Bi, akan ku jual kepada bibi" ucap Reva senang karena lebih mahal dari pada harga yang dibeli oleh paman tersebut.
"sebentar Bibi akan mengambilkan uangnya dulu" ucap Bibi tersebut.
"Ini uangnya anak manis"
"Terima kasih Bibi" ucap Reva tersenyum manis.
Reva kembali menempatkan uang yang dia dapat di tas sekolah miliknya.
kemudian dia menuju toko sepeda untuk membeli sepeda.
Dia memilih sepeda warna merah kemudian dia kembali ke panti.
Sesampainya di panti dia menjadi pusat perhatian karena dia menaiki sepeda.
"Reva dimana kamu memiliki uang untuk membeli sepeda, sayang?" Tanya Ibu panti.
"Reva mendapatkan uang dari menjual berlian dari orang yang Reva tolong Bunda" Ucap Reva tersenyum.
"Bunda ini uang sisa dari Reva jual berlian tersebut Bunda" ucap Reva memberikan 50 juta kepada Bunda Panti.
"Nak, uang ini kamu simpan di buku tabungan kamu saja, nanti Reva akan banyak keperluan setelah kuliah, Bunda tidak bisa membayarkan uang kuliah kamu nanti" ucap bunda panti tersebut.
"Tidak perlu bunda, Reva masih memiliki tabungan untuk kuliah nanti, Bunda jangan khawatir. Bunda terima uang ini" ucap Reva bersikeras, memang dia tidak perlu uang ini karena 6 hari lagi Ayah dan Ibunya akan menjemputnya sehingga tidak akan merepotkan Bunda panti lagi nantinya.
****
Hari berlalu dengan cepat, Sekarang Ayah dan Ibunya akan menjemputnya.
Dia melakukan pekerjaannya seperti biasa.
"Reva kesini sayang" ucap Bunda panti.
Reva menuju bunda panti yang bersama dengan Ayah dan Ibunya.
Ibunya memeluknya dengan erat.
"Sayang aku mama kandungmu" ucapnya sambil memeluk erat Reva.
"Benarkah kamu mamaku, aku sangat senang karena memiliki mama." ucap Reva senang.
"sayang sekarang peluk Ayah" ucap lelaki yang bersama dengan Ibunya tersebut.
Reva memeluk Ayahnya tersebut.
"Aku sangat senang memiliki keluarga, Bunda Terima kasih telah merawat Reva dan Reva kembali bertemu dengan keluarga Reva" ucap tulus Reva memeluk Bunda panti tersebut.
melihat kelakuan Reva kedua orang tua itu sangat senang karena anaknya dibesarkan dengan sangat baik. Reva memiliki pipi yang chabi mata besar dan bentuk tubuh yang edial.
Orang tua Reva akan menjadi donatur di panti ini.
Setelah berpamitan dengan adik-adik panti dan juga mengurus panti yang lain Reva di bawa pulang ke rumah.
***
"Mama apa Reva memiliki adik atau kakak?" tanya Reva polos.
"Ya, sayang Reva memiliki 2 orang kakak dan tidak memiliki adik"
"Reva anak yang paling kecil dong Mama?"
"Ya, kamu yang paling kecil"
"Apa kakak nanti akan menerima Reva?" Tanyanya lirih.
"Pastinya dong, Revakan sangat cantik" ucap mamanya membelai sunai sang anak.
"benar ma? Reva jadi tidak sabar bertemu mereka" ucap Reva antusias.
diperjalan ini mereka saling bercanda gurau serta bercerita bagaimana kehidupan Reva selama di panti.
setelah menempuh perjalanan selama 2 jam, mereka akhirnya sampai di rumah keluarga Aditama Angeline Ayahnya Reva.
"Wah rumahnya sangat besar, benar ini rumah kita kah?" tanya Reva takjub dengan rumah yang ada didepannya ini.
"Benar sayang ini rumah kita"
"berarti Ayah orang kaya dong, bisa membuat rumah yang sangat besar ini, ini seperti istana berbe yang Reva tonton di televisi" ucapnya masih takjub.
"Ya, ayah orang kaya dan ini rumah kita bukan istana berbe" ucap mamanya.
"Ayo kita masuk" ucap Ayah dan ibunya.
***
cut sampai di sini dulu...
see you next time all... Semoga suka....