setelah 3 tahun perjuangan kami menjadi anggota paskibra banyaknya perlombaan yang kami lewati kebersamaan kami.
tiba waktunya kami hanya mengawasi dan mengajarkan adik kelas kami.
tanpa boleh terlibat langsung karena kami sudah kelas 3 dan senior penanggung jawab,
bertanggung jawab atas kegiatan adik kelas kami, tetap dengan bimbingan guru pembimbing paskibra, karena kami fokus untuk persiapan ujian kami.
karena ini tahun terakhir kami menyambut siswa disekolah kami.
seperti biasa dihari terakhir MOS memperkenalkan ektrakulikuler dari sekolah kami,
mulai dari Osis, Paskibra,Pramuka,PMR dll.
kami anggota paskibra mempersiapkan diri dan mental baja.
ada 5 seragam dan atribut yang ditampilkan kami berunding tentang siapa yang terlibat,
lalu suara hani terdengar "klo untuk pamlat mending alend dan ahmad ajah deh pas untuk menarik peserta karena ahmad memiliki power yang kuat,
dalam hati aku berbicara "yaa memang ahmad memiliki power yang kuat selain anggota paskib ahmad adalah ketua osis murid berprestasi dan secara fisik ahmad enak dipandang"
terus kenapa harus aku? "suaraku lantang" mencoba untuk memberikan perlawanan.
yaa kamu, lalu kamu fikir siapa lagi nak jawab guru pembimbing kami. seketika semua mata tertuju pada bu ria yang berjalan sembari berbicara,
sejujurnya aku kaget, namun kudengar bisikan ratna jangan dijawab len inget bu ria adalah guru kita kamu mau dapet nilai jelek heh?
sejenak pikiranku melayang dan menyetujui apa yang dikatakan ratna,
kamu kan cuek dan galak pas untuk karakter pamlat seru hani padaku, lagian kan pamlat wanita itu hanya 2 kamu dan ranti, dan kamu yang kami pilih jelas ratna padaku.
jika kami saja yakin mengapa kamu ragu? onta menimpali perkataan ratna,
seketika aku merasa mereka sudah merencanakan semuah ini, sembari menaikan satu aliskan.
bu ria menghampiriku dan menatapku dalam,
tanpa berkata apa-apa hanya tanganya yang tepat berada dikedua lengan atasku dan meremasnya pelan sembari memberikan senyuman kemudian pergi dari ruangan rapat kami dan berkata "pokoknya ibu percayakan pada kalian anak kelas 3 berikan yang terbaik".
suara ratnapun terdengar menjawab siap ibuuuuuu.
tidak lama berselang ahmad menghampiriku dengan gagahnya dan tatapan sinis,
lagian lend klo bukan kamu pasanganya aku gak mau tampil ahh yang lain kan banyak yang bisa, suara ahmad agak marah.
dengan sifat bijaknya kembali ratna menengahi kami suaranya jelas tidak selembut biasanya, udah ah udah bukan anak-anak lagi kan jadi stop.
sesuai dengan intruksi bu ria dan pilihan kami sudah bulat tanpa bisa diganggu gugag lagi titik ratna mengetuk meja pertanda keputusan selesai.
aku menyerah tidak bisa melakukan perlawanan,
terdiam tidak bisa menolak atau menerima aku hanya menatap dalam mata ahmad lalu dengan santai ahmad dengan sikut yang menyentuh lenganku seraya mengatakan santai ajah len kan ada aku jangan ragu sembari tersenyum manis dengan gingsulnya membuat ahmad terlihat menarik.
dalam hati aku berkata si ahmad lagi kenapa ya tadi sinis ketus marah lalu sekarang dia malah senyum, dengan wajah penuh tanda tanya aku menatap ahmad.
lalu akupun ikut sepakat dan mencoba mencairkan suasana, aku berkata dengan semangat pada ahmad siap komandan sembari tertawa dan kami semua sepakat dan dengan ijin guru pembimbing paskibra bu ria diputuskan :
1.ahmad-alen dinas(pamlat) pengaman latihan
2. ratna-surya dinas(PDH) Pakaian Dinas Latihan
3. onta-dika dina (PDK) Pakaian Dinas kotak-kotak
4.lia-rian dina(PDL) Pakaian Dinas Latihan
5.lisa-liwal dinas (PDU) Pakaian Dinas Umum
kami anggota paskibra mempersiapkan diri dengan matang karena ini adalah penampilan terakhir angkatan kami,
aku berharap agar menjadi kenangan manis,
walaupun awalnya aku menolak namun aku juga ikut menyetujuinya.
karena aku sangat bersemangat dan antusias.
waktu yang dinantipun tiba, dimana ahmad dan aku sudah bersiap.
suara gemuruh sudah terdengar yaa maklumlah ahmad ini penggemarnya sangatlah banyak.
kami memperkenalkan seragam paskibra kami,
aku dan ahmad mengenakan seragam Pamlat (pengaman latihan)
serba hitam-hitam sangat sangar dan mengerikan itulah karakter yang terbentuk oleh seragam pamlat.
apapun yang terjadi kami tidak boleh tertawa bahkan senyumpun tidak di izinkan ahmad .
ahmad mengambil alih komando dengan kode sst .... sst .... sst ....
setiap langkah sudah ada kode
setiap hadap kanan dan kiripun menggunakan kode
sst sst sst seperti ular mendesis.
pada saat inilah ujianya peserta MOS menggoda kami senyum dong kaka senyum dong kaka jangan galak-galak kaka dan suara gaduh mulai terdengar ketika kami saling berhadapan antara aku dan ahmad,
yaa kami saling melihat bertatapan,
"eaa eaa eaa" dan fokusku hampir pecah akupun mulai menarik nafas dan fokus pada suara ahmad.
pujituhan semua berjalan sesuai harapan
tanpa ada kekurangan dan kami langsung bahagia reflex ahmad memegangi kedua tanganku,
yaa tanganya meremas kedua tanganku lalu akupun membalas dengan memeluk ahmad reflex,
tanpa kusadari mata sinis dan tajam sedang melirik ke arah kami,
eri gadis manis berhijab yang memeliki mata besar hidung mancung mungil kulit sawo matang serta senyuman yang sangat manis,
eri duduk dibangku kelas 2, eri adalah pacar ahmad sudah 1 tahun mereka berhubungan,
mad mad ahmad ada "eri tuh woiii suara dika teman kami terdengar".
ahmad pun menjadi salah tingkah dan aku melepaskan pelukanku dari ahmad dan hatiku meronta
"ahh orang kami bersahabat ini dan sebelum kenal eri kami sudah lama kenal jadi aku mengabaikan perasan eri dan tidak peduli"
woiii wanita perkasa woiii cwe pamlat aku menoleh dan kulihat shabatku ratna dan hani selamat yaa len sukses banget dan serasi banget tadi len wajahku berubah
"memerah ke geeran"
lalu kujawab selamat juga yaa rat tadi mantep dan semyumnya wiss mantap dipantek yaa haha sembari tertawa dan teman-teman yang lainpun ikut tertawa.
karena lelah yang kurasa aku ingin sekali beristirahat disalah satu kelas dan aku pamit pada teman yang lain. akupun menggabungkan beberapa dan aku terlelap.
prak....
suara tas terjatuh,
tasku terjatuh dari pangkuanku ketika aku sedang pulas tertidur,
akupun tersentak bangun dan kulihat seorang anak baru ada disampingku dia duduk dengan santai sambil membaca buku,
bersambung