Hadi seseorang yang tidak banyak bicara namun sangat perhatian membuatku nyaman saat berada disisinya , setiap hari antar jemput aku kerja tanpa aku minta yang sebelumnya sering aku tolak karena aku tak mau merepotkan nya, namun bukan hadi si keras kepala namanya setiap aku menolak apa yang dia mau dia akan semakin menjadi, ya ....dia orang yang mampu membuatku nyaman meski awalnya aku ragu, setelah sebulan pertemuanku di Apollo hubunganku dengan hadi semakin intens .kedua orang tuaku juga tau dan memberi sinyal restu karna tau sikap hadi yang sopan,
(Wa hadi)
Hadi" nanti malam aku jemput jam 20:00
aku" kemana?
Hadi" ke , surabaya
aku" oke
Setelah pulang kerja aku bersiap- siap setelah pamit dengan orang tuaku ahirnya kami berangkat,
kulihat dia melajukan mobil dengan stabil namun ada rasa penasaran kemana aku akan dibawanya......
sampai ahirnya kami berhenti di salah satu rumah yg sederhana namun cukup terlihat damai ,,,,,setelah bel berbunyi seoarang wanita paru baya keluar yang dipanggilnya "mama" iya orang tua hadi
melihat kedatangan kami kemudian merangkul nya dan mempersilakan kami masuk. ada rasa canggung bergejolak di d**a saat bertemu kedua orang tuanya ,
Hadi"ma kenalin ini wulan"!
pacar hadi
iya , (wulan anggraini namaku)
setelah beberapa saat berbincang, hadi dipanggil keruang keluarga , aku yg ditinggalkan sendiri hanya bisa terdiam seorang diri "
samar - samar kudengar perdebatan hadi dengan kedua orang tuanya , yang menyatutkan namaku membuatku semakin tidak nyaman berada disituasi ini ,,,,,kucoba untuk tetap santai sampai ahirnya hadi keluar dan langsung menarik tanganku keluar meninggalkan rumah orang tuanya.
dia melajukan mobilnya dengan kencang karena amarah yang bergejolak.
" mas, maaf tadi orang tuamu sempat menyebut namaku "?
aku , mencoba memulai percakapan untuk menghilangkan keheningan malam ini, hadi yang masih fokus melajukan mobilnya ke arah taman kota, tidak menjawab pertanyaanku.
dan ahirnya mobil pun berhenti di sebuah taman kota surabaya.
hadi yang sedari tadi diam langsung meraih tanganku.
" kita pergi jauh saja dari sini, kamu ikut aku ,
" maksud kamu mas, ( aku bingung)
" ayah dan mamaku melarang hubungan kita!
" ya ,. sudah mas wulan faham, tadi wulan dengar perdebatan mas dengan orang tua mas!
kalo memang orang tua mas ngga ngerestuin kita mau bagaimana lagi?
" aku gak bisa jauh dari kamu wulan,!
" terus mau mas hadi bagaimana?"
" kita nikah saja?"
" tanpa restu orang tua mas gitu?"
" iya"
" maaf mas wulan ga bisa kalo begini caranya, hubungan yang dibangun di atas penolak an orang tua pada ahirnya tidak akan baik,
lebih baik mas turuti kemauan orang tua mas, kalo memang mereka tidak menyukai wulan sebagai kekasih mas kita ahiri saja hubungan ini.
tanpa bicara hadi langsung menarik tubuhku dan memeluk ku erat, kurasakan hembusan nafasnya sangat cepat .
" aku ngga mau kehilangan kamu ,kamu harus jadi milikku wulan , kurasakan pelukan eratnya penuh amarah
kita pulang saja mas sudah malam , besok aku kerja.
jawab dulu apa kamu mau tetap bersamaku , perjalanan kami lanjutkan lewat tol waru menuju apollo.