"Belum move on Ta?" pertanyaan itu membuat aku menoleh pada teman ku Lisa.
"Menurutmu, apa semudah itu melupakan orang yang kita sayangi?"
"Ayolah, Ta. dua tahun bukan waktu yang dekat. cari gantinya. orang seperti itu tidak layak kamu tunggu!" Lisa memang orang yang tau kisahku dengan nya.
perceraian dua tahun yang lalu murni kesalahan pria yang telah merusak semua kepercayaan diriku. tak bersisa. hatiku hancur, keluarga ku juga kecewa dengan apa yang aku lakukan.
keputusan yang sangat sulit, aku mengambil langkah keluar dari zonaku. tinggal di kota ini bersama dengan sahabat ku. mengindari semua orang di masa lalu termasuk mama dan papa.
kecewa masih melekat di hati. rasanya tidak sanggup untuk kembali ke awal. bahkan dua tahun lamanya, aku masih tetap sama mencintai pria yang telah menorehkan luka teramat dalam di hati. sampai kapan?
bahkan pertanyaan itu sering muncul, melupakan bukan hal yang mudah apalagi di sandingkan dengan rasa sakit yang telah di torehkan. aku tidak akan kembali kesana lagi. ke masa kelam dimana aku merasa bahwa duniaku telah hancur dan runtuh. di sini di tempat ini aku telah memulai dari awal hidup ku yang baru. jadi memutuskan kembali pulang dalam benakku tidak terbayang.
"Pa, aku gak mau menikah sama dia." lirihku pada papa saat itu yang meminta padaku untuk meminta menikah dengan salah satu anak rekan bisnis nya.
"tidak bisa Tari. bahkan papa sudah berjanji dengan mereka!"
"itu janji papi. bagi tari tidak ada sangkut pautnya!"
"plis bantu papi sekali ini saja sayang. kalau bukan kamu papi meminta sama siapa lagi? perusahaan kita sedang hancur, saham papa menurun. ini juga demi kebaikan kamu kan?" papi menatapku dengan wajah memohon.
aku menangis sejadi-jadinya. ada rasa tidak rela. tentu, bagaimana aku harus menikah dengan pria yang tidak aku kenali sama sekali bagaimana bentuk wajahnya. dengan melihat wajah papa yang masih sangat memohon meminta pertolongan dariku, akhirnya aku putuskan untuk menerima perjodohan itu.
malam kedua setelah aku mengiyakan perjodohan konyol itu. papa mengudang keluarga si pria. alasannya untuk memperkenalkan antara aku dengan si pria itu. semua telah berkumpul, bahkan orang tua si pria tadi sangat ramah dan baik padaku. ibunya selalu memuji kecantikan yang aku miliki. mengatakan kalau aku ini mirip mendiang ibuku.
Benar wajahku dan ibu hampir mirip. hanya saja mataku mirip papi dan juga hidungku. mendengar pujian itu aku hanya mengangguk lalu mengucapkan terimakasih.
di tempat ini kami masih menunggu pria yang akan di jodohkan dengan ku. aku mendengar pria itu sangat sibuk sekali sengkin banyaknya bisnis yang di pegang. tetapi yang membuat aku semakin menantang adalah pria itu bernama Lois Hulton. pria tampan yang pernah Tari baca di majalah. dimana pria itu sangat dingin dan mempunyai karekter kejam. Tari baru tau hari ini setelah berkenalan dengan keluarga nya.
akhirnya malam itu setelah perkenalkan keluarga mereka di jodohkan.
satu bulan kemudian mereka menikah. tetapi Lois sangat bersikap dingin pada Tari. bahkan menganggap Tari pun tidak sama sekali. mereka tinggal di apartemen Lois yang mewah dan megah.
setiap pagi Tari akan memasak makanan tetapi Lois tidak akan pernah mau makan makanan yang di masak oleh Tari. selalu memilih pergi dari rumah setiap pagi.