Sepanjang perjalanan pulang, ucapan Albert terus terngiang di kepala Luna.
Kalau kamu ingin berhenti, saya juga akan menghargainya.
Luna memejamkan mata. Entah kenapa... kalimat sederhana itu justru membuat pikirannya semakin tidak tenang.
Di kehidupan sebelumnya, Albert tidak pernah memberikan Luna pilihan seperti ini. Luna menerima perjodohan mereka karena keadaan. Albert juga menerima pernikahan tersebut karena perjodohan yang dibuat oleh kedua keluarga mereka. Namun setelah menikah... perlahan mereka mulai saling mengenal.
Kemudian Luna jatuh cinta... Bukan karena perjodohan itu. Bukan juga karena mereka sudah menjadi suami istri. Luna jatuh cinta karena Albert... Pria itu memperhatikannya. Merawatnya ketika sakit. Mengingat hal-hal kecil tentang dirinya. Bahkan ketika mereka tidak