Keesokan harinya, Luna masih memikirkan pesan Albert yang masuk malam tadi.
Besok kamu ada waktu? Saya ingin bertemu.
Biasanya pesan seperti itu akan membuat Luna tersenyum. Bahkan beberapa minggu terakhir, Luna mulai terbiasa menunggu pesan dari Albert. Namun kali ini berbeda. Entah kenapa... sejak mendengar nama Global Hospital dari Ryandra, perasaan Luna menjadi tidak tenang.
Luna menatap layar ponselnya cukup lama sebelum akhirnya membalas. Saya bisa.
Tidak lama kemudian Albert membalas. Baik. Saya jemput siang nanti.
Luna tersenyum kecil. Baik.
Setelah mengirim pesan tersebut, Luna meletakkan ponselnya. Dia mencoba kembali fokus pada pekerjaannya, tetapi pikirannya masih sesekali kembali kepada percakapannya dengan Albert kemarin.
Saya bukan dia.
Luna menghela napas panjang. M