Sudah lima menit berlalu dan sedari tadi tidak ada sepatah kata apapun dari Charlie maupun Marie keluar dari mulut mereka. Keduanya masih diam dan memalingkan pandangan mereka satu sama lain. Charlie mengepalkan tangannya, sepanjang jalannya ia sudah menyiapkan perkataan demi perkataan yang harus ia katakan kepada Marie, namun begitu ia berhadapan dengan gadis itu, ia malah kehilangan kepercayaan dirinya.
“Maafkan aku,” ujar Charlie, membuka pembicaraan lebih dulu dari Marie. Marie menatap Charlie yang sudah tidak berani lagi menatap gadis itu, ia merasa malu terhadap dirinya sendiri,
“Ini juga salahku,” Perkataan ini membuat Charlie menatap Marie yang merasa bersalah kepadanya.
“Karena aku tidak peka, banyak orang yang terluka,” ujarnya yang membuat Charlie menaikkan satu alisnya,