“Jojo, berat…” rengek Marie ketika Jonathan menimpa kaki Marie dengan kaki Jonathan. Jonathan yang sudah terlanjur merasa nyaman pun tidak memperdulikan rengekkan sang kekasih karena ia benar-benar memperlakukan gadis itu sebagai gulingnya.
“Sekali-sekali, sayang… aku terlanjur nyaman nih,” ujarnya sembari memejamkan matanya dan memeluk perut rata Marie dari belakang. Marie memutarkan bola matanya dengan malas, ini memang bukan pertama kalinya Jonathan bersikap manja kepadanya, ya walaupun sebenarnya ini adalah sikap yang manis, tapi tetap saja ia kurang nyaman dengan timpaan ini.
Lagi dan lagi gadis itu hanya bisa pasrah, sepertinya bagaimana pun ia meminta Jonathan untuk melepas kakinya, pria itu tidak akan melakukannya.
Perhatian Marie beralih ketika ia teringat dengan Nirmala dan