“Kenapa aku tidak kepikiran kalau Charlie masih menyukai Marie?” batin Nirmala dengan sedih. Ia sangat sedih, Nirmala malah tidak memiliki minat untuk melakukan apapun. Sepanjang di pantai tadi ia memilih untuk mengasingkan dirinya dari teman-temannya yang khawatir dengan sikapnya yang tiba-tiba berubah.
Sekarang, ia memilih untuk memendam kesedihannya dengan segera terjun ke dunia mimpi. Sedari tadi ia menutup matanya namun mimpi tidak kunjung menjemputnya. Ya, Nirmala mengaku tidak enak badan dan ia pun berakhir sendirian di kamar. Tidak terasa air matanya mulai mengalir dan ia dengan cepat menyekanya,
“Hanya karena dia semakin dekat denganku, aku berpikir dia sudah tidak lagi menyukai Marie…” ujarnya sembari menyeka air matanya lagi. Sebentar lagi, dalam hitungan menit nanti ia akan