Sore itu Layla pulang dengan disambut oleh wajam muram Sheila. Di ruang tamu—tempat pertama yang akan ditemui ketika masuk rumah—Layla melihat Gasendra sedang menelepon dengan serius. Tak jauh dari Gasendra terduduk Harsa yang terlihat sama tertekannya dengan Sheila.
“Ada apa?” tanya Layla pura-pura tidak bisa membaca situasi yang terjadi.
“Hari ini pasti kamu bertemu dengan Noah ‘kan?” Sheila yang pertama kali buka suara. Kakak perempuannya itu mengusap wajah secara kasar. Rasa gusar membuat Sheila tak bisa duduk dengan tenang. Dihampirinya Layla yang berdiri di depan pintu masuk. “Baik itu Kakak maupun Mas Gasendra sama-sama enggak tau kalau dia akan masuk ke Trios. Kami baru tau beritanya tadi.”
“Ateu resign aja.” Harsa tiba-tiba memberikan saran. “Aku enggak tenang membayangkan Ateu