Bandara Soekarno-Hatta dipenuhi dengan suara roda koper bergesekan di lantai, suara panggilan penerbangan, dan hiruk-pikuk keluarga yang menunggu dengan wajah penuh harap. Layla dan Harsa berdiri di dekat pintu kedatangan internasional menanti kepulangan Liliana dengan jantung yang berdebar antusias.
Liliana telah meninggalkan Indonesia selama bertahun-tahun membawa serta mimpi-mimpinya ke tanah yang jauh. Kini saat jarak tak akan lagi menjadi penghalang Layla merasa begitu bahagia.
“Kak Liliana!” Harsa yang pertama kali menyadari keberadaan sang kakak.
Layla ikut menoleh ke titik di mana pandangan Harsa jatuh.
Saat sosok tinggi dengan rambut bergelombang tergerai muncul dari pintu kedatangan, Layla langsung mengenalinya. Liliana terlihat sedikit lebih kurus, dengan lingkar mata yang