Langit sudah berganti menjadi gelap ketika Layla mendudukan tubuhnya di depan kursi tunggu ruang IGD. Embusan napas berat keluar dari mulutnya ketika Layla menyadari bahwa detak jantungnya masih terasa berat. Sewaktu menunduk Layla mampu melihat tangannya yang bergetar tipis dengan sensasi rasa dingin yang terasa membekukan.
Layla menoleh ketika mendengar suara langkah kaki yang terdengar cepat. Dipaksakannya untuk berdiri ketika melihat Sheila dan Liliana berlari dengan panik ke tempat di mana dirinya duduk.
“Gimana kondisinya?” tanya Liliana dengan napas yang terengah-engah.
Hari ini kebetulan Harsa akan menginap di apartemen Layla. Jarak antara apartemen dengan kampus membuat Harsa lebih sering pulang-pergi ke sana alih-alih ke rumahnya sendiri. Karena itu pula Layla dan Harsa bisa d