RINJANI
THE EXORCISM : THE SECRET MYSTIS WOMEN
A STORIES NOVEL
BY :
SIDHIQ AKBAR NUGRAHA
Namaku Rinjani Melantrova Saraswati Chandrawarsa Agape. Aku lahir di malam bulan purnama, malam Jumat kliwon purnama ke-13 sebuah tanggal lahir yang amat mistis dan sakral. Mbah ku percaya dalam mitos kepercayaan keluargaku bahwa anak yang lahir di malam bulan purnama di malam Jumat adalah anak istimewa. Dan, benar, sejak kecil aku berteman dengan makhluk gaib. Aku sering merasakan kehadiran mereka dan melihat mereka. Lingkungan sekitarku pun melihatku aneh. Stigma masyarakat desa bahwa aku ini berbahaya dan membawa malapetaka. Sejak kecil tidak ada satupun yang mau berteman denganku. Aku terisolir dari kehidupan dunia luar. Setiap ada acara, aku selalu diusir tidak boleh bermain dengan anak lain dan tidak boleh bergaul dengan anak-anak lain. Ibu pun akhirnya, melarangku untuk keluar rumah. Setiap pulang sekolah, aku pun hanya diizinkan bermain bersama adikku di halaman depan rumah.
20 tahun kemudian. Akupun beranjak dewasa dan tumbuh menjadi gadis cantik. Namun, aku tetap dilarang untuk bertemu orang banyak. Alhasil ketika kakak dan adikku pergi ke kota untuk mengadu nasib. Aku pun disuruh untuk tetap menemani Ibu dan Ayah yang sudah semakin tua.
“Jani! Kamu itu sudah waktunya untuk menikah. Kami khawatir, jika nanti ibu bapak sudah meninggal. Siapa yang akan merawatmu? Biarkan ibu memberitahu bapakmu agar mencarikanmu calon suami. Biar dari kalangan pesantren, ndak apa-apa asalkan ada yang menuntunmu nanti,” kata ibu yang tiba-tiba saja menyuruhku untuk menikah saat kami sedang memasak untuk makan siang di dapur.
“Bu… Rinjani baik-baik saja Bu. Ada Allah yang akan menjaga Rinjani. Ibu tenang saja, pikirkan diri ibu,”
“Kamu ini. Kalau dikasih tau ngeyel terus, mbok ya nurut apa kata orangtua” balas Ibu.
“Bu… Jani masih ingin berbakti sama Ibu dan Bapak. Hummmm… Jani gak mau kalau nanti kasih sayang Rinjani harus terbagi. Rinjani masih ingin menemani Ibu dan Bapak disini.”
Aku mengerti akan keresahan ibu dan wajar saja ibu khawatir kepadaku. Apalagi usiaku sudah 25 tahun. Usia yang mapan untuk seorang wanita menikah. Ketika aku dan Ibu sedang asyik mengobrol. Seorang pria tua menggenakan baju surjan sedang melepaskan topi capingnya. Dia bapakku. Menjelang makan siang, jika pekerjaannya sudah selesai biasanya bapak akan pulang dulu sebelum mulai berkeliling lagi menjajakkan sapu ijuk. Bapakku, Pak Sarjito memang seorang pekerja keras. Berkat kerja kerasnya beliau mampu menghidupi keluarga dan menyekolahkan kesembilan orang anaknya hingga S3. Sedangkan ibuku, Sarmilah (73 tahun) hanya seorang ibu rumah tangga. Di usianya yang sudah 75 tahun Bapak masih terlihat sehat dan bugar. Karunia yang luar biasa dari Allah untuk bapak dan ibu tetap sehat dan menjalani aktivitas mereka dengan lancar. Ini semua juga berkat pola hidup kami yang sehat dan bebas dari stres. Kehidupan masyarakat pedesaan yang alami, serba mengandalkan dari alam, aktivitas bersawah, makan secukupnya dan hidup damai bebas dari stress membuat masyarakat di desa bebas dari faktor resiko penyakit darah tinggi, D.M, stroke, jantung dan penyakit mematikan lainnya.
***
“Sudah biarkan saja. Kalau menurut Bapak, Rinjani sudah dewasa dan toh, Ia juga pasti ingin menikah, punya keturunan, punya keluarga, mengurus suami dan mendidik anak-anaknya kelak itu sudah sunnahtullah. Namun, kita pasrahkan semuanya kepada Allah
. QS AN NISA:1
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
Kita pasrahkan saja apapun yang terbaik buat Rinjani.
Malam itu adalah purnama ketujuh belas. Angin lembut bertiup membawa aroma yang harum semerbak. Menyeruak di seluruh ruangan kediaman Mbah Sarjito. Aroma yang selalu tercium ketika malam menjelang ulang tahun Rinjani akan tiba.
BERSAMBUNG…