pagi hari aku terbangun lebih awal, kurasakan berat sekali badanku. kutoleh kesamping ternyata mio sedang memelukku. aku baru sadar semalam kita memang tidur bersama. aku mencoba untuk menyingkirkan tangan mio dari memelukku.
"kenapa kak?"
"eh mio kamu udah bangun, kamu mandi dulu sana, kakak mau balik kekamar dulu".
"bentar aja kak, apa kakak nggak mau peluk aku?" tanyanya.
"kita sudah tidur semalaman mio, masih kurang"
"itu mah beda kak, bentar aja".
"ya, kakak mah nggak rugi juga sih, untung malahan". jawabku.
aku membalas peluk mio.
"eh kok kakak yang malah meluk meluk gini, jangan pake nafsu lo kak, nanti kita bisa kebablasan"
"kan kamu juga yang minta, nggak masalah kan". jawabku.
"kak, kalau nanti mio lulus apa kita kembali ke kampung?" tanya mio.
"kakak udah janji sama ayah dan ibu kalau kakak akan membuat mio sukses. jadi kakak ingin mio bisa meraih cita citanya"
"kakak nggak usah khawatir sama cita cita mio, selama bisa bareng kakak, mio bahagia kok". jawabnya.
"cie, bisa gombal juga ya adek ni"
"ih kakak mah".
karena hari libur, aku berencana mengajak mio ke pantai untuk menghilangkan stress.
"mio yuk kita kepantai, cari udara baru, sumpek di rumah terus" ajakku.
"ayolah mio, ikut kami. bareng sama aisyah dan beni juga" kata jaya.
"enggak lah, aku sudah ada janji sama lidya" jawab mio.
"alamak hantu hantuan lagi ya, nggak bosen apa mereka" jaya mengomel.
"yaudah kamu jaga rumah ya, kakak sudah janji mau ikut soalnya. kataku.
kami akhirnya berangkat kepantai bersama jaya beni dan aisyah.
sesampainya disana beni dan aisyah langsung langsung memisahkan diri.
"enak ya kalo punya pacar, kencan teruuss" kata jaya.
"ya cari dong"
"kamu mah enak sudah punya mio dirumah, kalo aku.. hiks... cari bule ajalah" jaya langsung pergi meninggalkanku.
"eh tunggu lah" sambil mengejar jaya.
dirumah mio kedatangan lidya. sepertinya dia masih sangat penasaran dengan hantu itu.
"lidya, kamu kok pagi banget kesini, aku lo belum buat apa apa" kata mio.
"eh nggak usah mio, merepotkan kamu lagi nanti" lidya membalas.