Seluruh hidupku seperti menunggu wanita seperti dia, eh?
Luca b******n. Maham adalah miliknya.
Timur turun satu lantai dengan langkah panjang dan mantap. Sejak pagi, dia belum menyentuh apapun selain kopi basi dari ruang rapat. Perutnya mulai memberontak, tetapi saat aroma sedap dari hidangan hotel menyambutnya di lantai jamuan, dia hanya melirik singkat. Hidungnya mencium wangi keju leleh, daging asap, dan roti panggang yang baru keluar dari oven, tapi semuanya tidak cukup menggoda. Timur melewati buffet dengan mata kosong, seolah segala sesuatu di meja-meja itu tidak pernah ditujukan untuknya.
Pandangannya sudah tertuju pada satu titik.
Balkon.
Dan sosok yang duduk di sana. Maham. Siapa lagi?
Kakinya melangkah ke luar ruangan, menuju ke arah balkon kaca tempat Maham berada. Dari t