hari berganti hari hingga minggu telah berganti dengan bulan, enam bulan kemudian wanita tersebut terbangun dari tidur panjangnya, perlahan ia mengerjap kan mata nya dan melihat sekeliling hingga pandangan nya tertuju pada suatu yang bersandar di sofa, seorang pria berwajah manis terlelap lelah namun tenang.
"dimana aku ini, dan siapa pria itu? apa terjadi sesuatu pada ku mmhhhh..... " gumam wanita tersebut sambil mencoba menggerak kan tubuh nya.
perlahan ia menggerak kan tubuh nya lalu turun dari ranjang rumah sakit, dengan tertatih ia menghampiri pria tersebut dan duduk di sebelah nya.
ia menepuk pelan wajah nya untuk membangun kan nya, tak lama pria itu membuka mata nya dan terhenyak, melihat ke ranjang yang kosong dan kembali menatap pada wanita di sebelah nya sambil mengusap-usap mata nya hanya untuk memastikan bahwa ia sedang tidak bermimpi.
" kau- kau sudah sadar? " tanya pria tersebut sambil memegang bahu nya dan membingkai wajah wanita yang duduk di hadapan nya kini.
wanita tersebut mengangguk dengan ragu" iya aku sudah sadar, kamu siapa dan mengapa aku berada di sini? " tanya wanita tersebut.
bukan jawaban yang di terima namun sebuah uluran tangan yang di dapat kan nya.
"perkenalkan nama ku Lukman, dan siapa nama mu" uluran tangan pria tersebut yang bernama Lukman.
"santika namaku, kau belum menjawab ku" ungkap nya datar.
"hmmm ah ya santika nama yang indah, dan untuk soal kamu disini nanti akan aku jelaskan setelah kau di perbolehkan untuk pulang" sahut Lukman.
santika masih memiliki tanya besar di benak nya namun ia urungkan niat nya, sebab ia pun tahu saat ini ia baru terbangun dari lelap nya tidur dan sekujur tubuh nya pun masih terasa kaku.
tak ada percakapan di antara kedua nya, hening tanpa suara, masing-masing merasa canggung.
"mmhh... aku ke toilet dulu santika " ucap Lukman memecahkan keheningan sambil beranjak dari duduk nya.
santika mengangguk dan melihat punggung Lukman hingga berlalu dari hadapan nya, ia pun bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah jendela besar di dalam ruangan tersebut, ia bisa melihat ke arah luar padat nya kota, dan gedung-gedung berjejer tinggi.
tak lama Lukman pun datang kembali dan berdiri di belakang nya.
"hmm santika apa aku boleh bertanya tentang keluarga mu? sebab dari awal kau disini tak satupun yang ku ketahui tentang keluarga mu bahkan identitas mu saja tak ada" ujar Lukman.
santika tampak berfikir dan menunduk lesu.
"eh kalau kau belum bisa bicara atau mengingat tak apa jangan kau paksakan" lanjut Lukman yang merasa tak enak hati.
"tak apa aku hanya sedikit lupa saja, namun yang ku ingat aku tidak tahu dimana keberadaan kedua orang tua ku saat ini, mereka sudah lama meninggal kan ku dan sejak kecil aku di rawat dan di asuh oleh paman dan bibiku tapi..... " jawab santika dengan menggantung jawaban di ujung nya.
"ah sudah lah jangan kau bahas dulu nanti lagi kita lanjutkan obrolan kita, dan oh ya aku harus temui dokter dahulu untuk memberi tahu kan bahwa kau sudah sadar kau tunggu sebentar, nanti sekalian aku bawakan makan untuk mu" ujar Lukman dan segera berlalu pergi keluar ruangan.
santika nampak berfikir mengingat ingat tentang memori hidup nya, namun sedikit kesulitan hingga terbayang saat ia melihat kecelakaan itu terjadi kembali dan membuat kepala nya berdenyut.
.
dokter telah memeriksa kondisi santika dengan menyeluruh, Lukman pun menunggu di dalam ruangan tak jauh dari ranjang santika sampai pemeriksaan selesai.
"bagaimana dok kondisi pasien apa sudah lebih baik? dan kapan di perbolehkan kan pulang" tanya Lukman.
"sungguh luar biasa, mengingat ia telah mengalami koma sampai enam bulan lebih tapi tak di temukan sesuatu yang serius pasien sudah pulih total tanpa ada keluhan serius dan luka nya pun sudah tertutup sempurna, setelah ini akan di buka perban nya dan di lepas alat infus nya, sore hari mungkin pasien sudah di perbolehkan pulang, namun harus sering cek kesehatan nya secara rutin" ujar sang dokter sambil tersenyum kagum atas kesembuhan santika.
"syukur lah kalau begitu dok terimakasih atas bantuan nya dan kesabaran nya selama ini " sahut Lukman.
"sama-sama sudah tugas kami, kalau begitu saya lepas dulu perban nya dan alat infus nya sehabis itu nanti pasien boleh sarapan dan meminum vitamin nya " ujar sang dokter sambil melepas perban di kepala santika dengan hati-hati.
.
.
.
sore hari nya santika sudah di perbolehkan untuk pulang, Lukman membantu mengemas beberapa barang milik santika, dan juga berkas kepulangan pasien, Lukman menuntun santika dengan lembut hingga di parkiran.
ia membuka kan pintu untuk santika, lalu melakukan kendaraan nya keluar dari rumah sakit tersebut, Lukman sempat menanyakan di mana alamat yang bisa di tuju untuk mengantar santika, santika pun memberikan alamat tersebut pada nya, jarak yang di tempuh tak jauh hanya memakan waktu satu jam.
tak lama mobil terparkir di halaman rumah yang cukup luas namun masih asri, banyak tanaman hias dan pepohonan menambah kesan asri dan juga kolam ikan yang terletak di halaman rumah, membuat nyaman bagi siapa saja yang melihat dan berkunjung.
"waw... rumah mu sungguh indah kesan yang unik, asri dan aku suka, jadi betah aku disini hehe" kelekar Lukman.
"bisa saja, kebetulan memang aku dan bibi ku hobi dengan tanaman dan juga ikan hias makanya kami merawat baik ini semua, ayo masuk atau mau duduk di teras sambil menikmati kebun mini ku" tawar santika.
"aku di depan saja, adem sejuk dan mata ku serasa tak bosan memandang ke segalanya yang ada di sini hehe" sahut Lukman sambil memilih duduk di teras rumah santika.
"baiklah tunggu sebentar" ujar santika dan mengetuk pintu rumah nya.
tok
tok
tok
"bi..... assalamualaikum biiii, bibii" panggil santika sambil mengetuk pintu.
tak lama pintu pun terbuka, nampak wanita tengah baya namun masih terlihat cantik berdiri di ambang pintu dan melihat dari ujung rambut sampai ujung kaki santika dengan mata berkaca-kaca.
"k-kauuu... nakk ya Tuhan syukur lah kau kembali, bibi sudah bingung mencari mu kemana, paman mu sampai sakit memikirkan mu, dari mana saja kamu nak, dan siapa pria itu" tanya wanita itu sambil menunjuk ke arah Lukman yang sedari tadi berdiri di belakang santika.
"hmm perkenalkan nama saya Lukman, dan tentang santika cerita nya panjang sekali tapi yang penting sekarang dia sudah kembali dengan sehat " sahut Lukman sambil menyalami ibu tersebut.
"ah ya benar kalau begitu masuk lah kalian, aku buatkan minum dulu, ayo jangan malu-malu" ujar ibu tersebut yang mempersilahkan Lukman untuk masuk kedalam.
mau tak mau Lukman pun menghargai sambutan tersebut dan berjalan mengekor di belakang santika.
santikaaaaaaa........