Malam semakin larut, jam menunjukan pukul 00:30,Ari berpamitan untuk tidur dulu dan kembali ke kamarnya.
tinggal aku dan banu yang masih di teras depan.
banu ternyata punya penyakit insomnia, dan akirnya aku begadang malam itu sama Banu.
" eh mau kopi gak, biar aku buatin" tanya Banu.
" boleh deh" jawabku.
banu meninggalkanku sendirian diteras untuk pergi kedapur membuat kopi.
suasana malam itu benar benar sepi dengan angin yang bertiup sepoi sesekali membuat bulu kuduk berdiri.
sudah hampir 20 menit Banu didapur entah ketiduran didapur atau ngapain gak tau. sambil menunggu Banu aku mencoba untuk jalan jalan kedepan pelataran kos. di situ terdapat pohon mangga yg cukup besar dan rimbun, seperti berumur Ratusan tahun.
aku mencoba mendekati pohon itu karena penasaran. saat aku mencoba mendekati pohon itu tiba tiba terdengar suara langkah kaki. aku menoleh kebelakang tapi tidak ada siapa siapa . kucoba untuk memanggil Banu tapi tak ada jawaban.
"ban, Banu... udah buat kopinya ? tanyaku .
tidak ada jawaban sama sekali. aku coba kembali ke teras dan melihat tidak ada siapa siapa di teras.
" kemana Banu, lama sekali buat kopinya" tanyaku dalam hati.
aku tetap mencoba berpikir positif dan kembali duduk dikursi menunggu Banu .
tak lama Banu muncul membawakan kopi ubi goreng.
"sory aku tadi goreng ubi jadi agak lama"
kata Banu.
aku menarik nafas panjang dan mencoba melupakan kejadian barusan.
Banu anak yang paling lama di kos ini. karena dia pernah tinggal kelas tahun kemarin jadi sekarang dia masih kelas 3 SMK.
"kalo malam emang suasananya kayak gini ya, sepi banget" tanyaku
" iya dari dulu emang kayak gini. udah kayak kuburan kos disini.hehehe candanya.
"kamu tahu pohon mangga itu" sontak Banu sambil menuding ke arah pohon mangga yang tadi aku coba dekati.
"itu pohon gak pernah ada buahnya, selama aku disini belom pernah aku tahu pohon mangga itu berbuah" jelasnya.
"kok aneh, padahal pohon itu terlihat subur dan rimbun" balasku
"kata tetangga sini, buah pohon itu sudah dipanen penunggu pohon itu" tambah Banu.
aku tidak meneruskan percakapan dan mencoba mengalihkan percakapan.
jam menunjukan pukul 2:30 pagi. Banu berpamitan untuk masuk ke kamar duluan.dan meninggalkan aku di teras sendiri. setelah 10 menit aku beranjak untuk masuk ke kamar, karena mataku juga sudah mulai mengantuk . aku berjalan kembali ke kamarku untuk tidur. setelah melewati kamar Banu dan Ari tibalah dikamarku. ketika aku mau membuka pintu kamarku tiba tiba kamar kos kosong paling pojok diketok dari dalam 3x. bulu kuduk tiba tiba berdiri.
itu kamar dimana aku melihat sosok wanita saat pertama aku tiba di sini.
"astagfirullah, apa lagi ini, tolong jangan ganggu aku, aku salah apa" gumamku sambil masuk ke kamarku. dan memilih untuk langsung tidur dan melupakan kejadian itu.
aku gak tau apa yang sebenarnya terjadi di tempat ini..
Bersambung . .