Berawal dari senyuman, mungkin mereka tahu, bahwasanya jalan itu merasa lurus. Tapi disisi lain mungkin mereka juga belum tahu kalau jalan itu, sedikit berbelok. Suara motor mulai terdengar, sambil menyebarkan Helm nya, aku mulai melihat lihat siapa yang berada di balik Helm itu. Entah kenapa, sebelum melihatnya hatiku mulai Berdetak dengan kencang.
Oke, kali ini aku sudah mulai mengetahui siapa dirinya.
Kamu mencari siapa di sini tanya aku. Aku mencari alamat ini apa berada di sini. Iya itu alamatku...
iya kamu yang SMS aku tadi ya? Mungkin, tapi aku nggak tahu sih. SMS gua banyak kamu atas nama siapa?
Coba tebak siapa aku?
Siapa ya? Apa kamu bernama Tarno?
Masak Tarno sih?
Iya kan aku nggak tahu? Habisnya kamu suruh aku menebak sih?
Iya juga sih? By the way, kamu tinggal di sini?
Aku di sini cuma pnunggu rumah?!
Terus, kok bisa di sini?
Sambil dia melihatku dari atas ke bawah, mungkin dia terheran heran, siapa sih yang ada di depannya.
Apa kamu sedang lamun? Kata siapa? Ya kan aku lihat sendiri kamu melamun. Ya aku tuh heran, mestinya aku yang tanya, sedang apa kamu di sini? Ya udah deh aku cuma mau cari ini.
Sambil dia memberikan foto yang ada di HP-nya, memberikan foto Barang yang dicarinya.
Oh aku nggak punya barang ini, mungkin besok. Apa kamu mau nunggu.