PART 103
SELAMA SATU MALAM AKU MENGUNCI DIRI DI dalam kamar tidur aku dan Angelo. Aku tidak keluar sama sekali.
Setelah memastikan kalau Felix memang benar baik – baik saja, aku bingung harus melakukan apa. Aku tidak tahu caranya melanjutkan hidup dari sini. Segalanya seperti ada yang menakan tombol pause dan aku berhenti di tempat. Tidak ada konsep waktu dan ruang yang nyata. Rasanya hidup aku hanya ada di sekitar kamar tidur aku dan Angelo saja. Pikiran aku hanya bisa berada fokus pada satu hal saja, yaitu apakah Felix sudah lebih baik atau belum.
Felix, sahabat aku yang malang, yang harus merasakan semua ini dan menerima akibat dari orang yang menargetkan aku sebagai target obsesifnya. Aku tahu aku tidak bisa menyalahkan diri aku sendiri, tapi rasanya tidak ada yang bisa disalahkan