PART 106
TERNYATA SEGALANYA TIDAK SEBURUK yang aku pikirkan. Dengan melihat ke sekeliling dan mendapati ekspresi setiap wajah orang – orang di samping aku, aku pun tahu bukan hanya diriku yang terkejut.
Daniel pun sampai mengerjapkan matanya berkali – kali, mencoba menafsirkan premis apa dia salah mendengar atau tidak.
Aku berdeham. “Apa kalian semua mendengar itu?” bisik aku pelan. Angelo meremas tanganku yang terkait dengan jari – jarinya. Sebuah jawaban. Sebuah konfirmasi kalau aku tidak gila, dan mendengar yang tidak – tidak.
Daniel yang membuka mulut. “Jika tidak, maka kita semua salah dengar.”
“Tapi kita tidak salah dengar,” sahut Nicholas yang berdiri di belakang Angelo. Aku menahan diri agar tidak menoleh ke belakang sebab rasanya jika aku bergerak, realita akan berubah.
Atau