PART 78
“MUSE KAU AKAN TERLAMBAT,” teriak Angelo dari arah dapur. “Muse!” dia berteriak lagi. Aku tidak mengabaikan laki – laki itu, melainkan secara tergesar memakai pakaian yang sudah aku siapkan. Aku mengerang saat tidak bisa menemukan satu pasang kaus kaki yang paling aku suka. Dengan kesal, aku menarik lemari geser itu sampai terbuka dan menjatuhkan semua isinya. Aku menenggelamkan diri di semua pasang kaus kaki milik aku dan Angelo, dan terus mencari satu pasang kaus kaki berwarna ungu dan berbulu yang paling nyaman.
Aku mendapatkan itu sebagai hadiah ulang tahun dari ayah dulu. Dia tahu aku dulu sangat tidak suka mengenakan kaus kaki, sebab rasanya seperti ada yang mengganjal dan kasar di telapak kaki. Lalu akhirnya dia membelikan aku beberapa pasang kaus kaki yang terbuat dari b