PART 87
“JANJI PADAKU,” Angelo Bronze menarik tangan aku keras dan mendekapnya di depan. Aku sempat protes, takut kalau aku akan membuatnya merasa sakit, namun Angelo tetap menarik tangan aku keras dan merenyuk saat aku mencoba melepasnya. Pria itu seperti anak kecil yang sedang memegang boneka teddy bear kesayangan dan menolak untuk melepasnya. Aku membuang napas panjang dan membiarkan Angelo memeluk nyaris setengah lengan aku dengan posesif. Lagi pula, untuk apa aku protes saat rasanya pelukan itu hangat dan menenangkan walau hanya lengan aku saja yang dia dekap?
Aku menatap pria itu sembari menunggu apa lagi yang akan dia katakan. Namun dalam waktu yang lama, Angelo hanya sibuk mengeluas pergelangan tangan aku, meraba aku tepat di denyut nadi, membuat aku bergidik dan semua surai di