PART 89
“SPERTI YANG SUDAH aku janjikan, Angie. Kau lupa?” kata kau dengan vokal yang pelan sekali. Aku berusaha untuk sabar dan menerima segalanya. Jika Angelo memang serius, maka ini bisa menjadi awal dari segalanya. Awal bagi kita untuk menjadi seseorang yang baru dan memulai semuanya dari nol. Aku tahu itu sesuatu yang tidak mungkin, berhubung masih banyak masalah yang belum sempat kita selesaikan, tapi setidaknya, jika ada niat maka segalanya bisa terjadi, kan?
Aku mengelus pipi Angelo seakan dia guci yang rapuh dan mudah pecah. Aku tidak pernah memperlakukan Angelo seperti ini. Seperti seseorang yang tidak kuat dan lemah. Seperti seseorang yang butuh perhatian, kasih sayang lebih, dan semua atensi di dunia. Aku tahu Angelo Bronze tidak akan suka diperlakukan seperti itu, tapi aku