“Lo pernah punya perasaan itu, ya?!” tanya Ros pada Taji yang sempat berpikir tentang perasaannya sendiri. Disodori pertanyaan itu membuat Taji sulit berkata-kata. Ros masih tersenyum dan memberikan tatapan teduh. “Gue pernah punya perasaan itu dulu. Cuma karena gue tahu mungkin hidup gue nggak lama dan lagi kita berbeda alam juga, gue jadi nggak berani buat nerusinnya,” tutur Ros pelan. “Gue nggak punya waktu banyak sekarang, Taji. Jadi kalau lo memang punya perasaan itu, gue harap lo mau—”
Kalimat Ros tidak sempat diselesaikan karena Taji keburu menutupnya dengan ciuman. Tubuh Ros sempat menegang sesaat akibat tindakan pemuda itu. Ros pun lalu tersadar dan membalas ciuman Taji tersebut seolah ingin menyampaikan seluruh yang ia ingin katakan dan ingin ia lakukan. Apa yang terjadi barusan