“Kalo gue ikut mati aja sama lo, gimana?!” tiba-tiba saja Taji menyodorkan satu pertanyaan yang membuat Ros, Ayla, dan Gagah menoleh ke arahnya bersamaan dan memberinya tatapan bingung. “Kayaknya gue nggak bakal sanggup juga kalau sendiri.”
“Maksud omongan lo apa?” sergah Ros tak mengerti. “Nggak usah ngomong hal yang ngga masuk akal gitu deh. Waktu gue tuh udah nggak banyak. Jadi mari nikmatin aja waktu yang ada dengan penuh kesadaran.” Ros melanjutkan ucapannya pada Taji.
Taji menggeleng. “Gue serius, Ros,” katanya bersikeras. “Gimana kalau gue ikut mati aja sama lo sekarang?” Taji kembali mengulang pertanyaannya semula pada Ros.
Ros menatap Taji dengan sorot putus asa. “Lo pikir apa yang gue ucapkan tadi itu nggak serius apa?” tukasnya lagi. “Tolong lah, berhenti berpikir konyol dan