“Sejak kecil gue nggak bisa melihat dengan benar dan jelas. Karena sebelah mata gue sengaja dibuat nggak bisa melihat sama makhluk yang menyamar jadi orang tua gue. Saat sebelah mata gue nggak berfungsi dengan baik itu, gue jadi memandang diri gue dengan rendah. Gue hanya menganggap bahwa kemampuan gue biasa aja, ya kayak dukun biasa aja. Nggak ada istimewanya sama sekali. Gue nggak tahu kalo ada makhluk astral lain yang punya tujuan dan maksud berbeda yang udah memperhatikan gue selama ini,” tutur Ros panjang lebar lalu menoleh pada Taji dan Gagah bergantian. “Kalau mereka nggak muncul, gue mungkin hanya akan mati konyol di tengah ketidak tahuan gue akan kekuatan dan jati diri gue selama ini. Gue juga mungkin nggak bisa bantu menyelamatkan bokap lo, Ay,” ucap Ros sambil menoleh pada Ayla.