Olga mengusap rambut dan menyeka air mata Anya menggenggam tangannya. Mereka berada di rumah sakit.
"Jangan kasih tau Evan," bisik Anya. Olga mengangguk, mereka akan melakukan visum. Olga telah memaksa Anya ke sana. Sekiranya mereka berubah pikiran mereka telah memilik bukti.
Olga menemani Anya melakukan pemeriksaan dan menunggu hasil analisa dokter. Anya sangat gugup dan hampir pingsan.
Dokter itu seorang wanita yang berwajah lembut berusia paruh baya.
"Sebenarnya apa yang terjadi?"
"Teman saya diperkosa semalam dok, tapi dia tidak sadar," jawab Olga.
Dokter itu melihat kertas di hadapannya. "Semalam? Tidak ada tanda-tanda persenggamaan."
Anya dan Olga tersentak. "Maksudnya dok?"
"Tidak ada tanda kalau semalam kamu melakukan hubungan seksual, apalagi tanda-tanda kekerasan. Juga