Para tamu pun di buat takjub dengan kehadiran Ken dan juga Narendra. Dua pria tampan itu telah mengalihkan pandangan semua tamu undangan. Siapa yang tidak mengenal mereka berdua? Ken tentu saja semua mengenalnya, dia adalah putra Rudi Liandra, pemilik perusahaan Liandra group. Sedangkan Narendra, dia adalah putra manager Liandra group. Tentu saja kedua pria itu menjadi dambaan setiap wanita.
Kirana tersenyum menatapi Ken yang berjalan penuh kharismatik. Dengan memakai jas yang ia pakaikan tadi. Tampak mewah dan elegan. Terkadang ia masih tidak percaya bahwa pria hebat itu adalah kekasihnya. Pria yang baru saja menyatakan perasaannya kepada dirinya.
Tiba-tiba saja Tiara merasa kesal saat Kirana tidak berhenti menatapi Ken. Kirana sedang membawa nampan berisi beberapa minuman. Tiara dengan sengaja menyenggolnya.
"Pyar!"
Dan nampan itu pun terjatuh. Beberapa gelas itupun pecah berantakan.
"Kirana? bagaimana bisa ini terjadi?" tanya pelayan lainnya dan mencoba membantu Kirana.
Kirana pun hanya diam, ia tahu jika dirinya memang salah karena tidak fokus bekerja. Ia malah sibuk memandangi Ken. Hal itu menarik perhatian para tamu undangan lain. Reina kebetulan telah berada di dekat Kirana. Ia pun ikut membantu Kirana.
"Kirana, kau baik-baik saja?" tanya Reina.
"Reina, kau tak perlu menolongku. Aku sedang bekerja. Kau nikmati saja hidangannya!" pinta Kirana.
Ken yang mengetahui hal itu segera mendekati Kirana. Namun Rendra menahannya. "Biar aku saja, kau urus saja tamu-tamu mu!"
Ken pun menurut. Ia kembali teringat dengan video yang ia lihat di ruangan ayahnya. Sementara di sisi lain, ayahnya tidak berhenti mengawasinya. Jika ia mendekati Kirana, hal itu akan menjadikan semuanya bertambah rumit.
"Kirana, kau baik-baik saja?" tanya Rendra yang tiba-tiba membantunya membersihkan pecahan gelas itu.
"Narendra? kau di sini?" tanya Kirana terkejut.
"Tentu saja. Bukankah ini pesta penting bagi sepupuku?" jawab Rendra sembari tersenyum.
Semua orang menatapi Rendra yang sibuk membantu Kirana. Mereka semua terheran, bagaimana bisa seorang tuan muda membantu pelayannya? sedangkan Ken, hatinya masih tak karuan.
"Bukankah dia Kirana? kenapa dia memakai baju pelayanan?" tanya Vanya penasaran.
"Aku dengar dia memang bekerja di rumah Ken. Kau tahu kan, gadis seperti Kirana akan melakukan apa saja untuk mendapatkan uang, walaupun menjadi pelayan di rumah Ken!" sahut Vita menjelaskan.
"Hah dia sungguh beruntung. Walaupun dirinya hanya pelayanan, lihatlah! dia berada di sekeliling pria-pria tampan" sambung Mona sembari memanyunkan bibirnya.
"Kenapa Kirana terus saja membuatku iri. Sepertinya aku harus mengajaknya bermain-main" ungkap Vanya dengan senyum liciknya.
Entah apa yang akan di lakukan Vanya. Sepertinya ia takkan membiarkan Kirana hidup dengan tenang. Apalagi setelah Kirana dekat dengan Ken, hal itu membuat Vanya tak henti-hentinya ingin menghancurkan Kirana.
Puncak acara pun di mulai. Sebuah kue tart berukuran besar di letakkan di atas meja dorong. Laili diberi kesempatan untuk mendorong meja tersebut menuju tempat utama. Tampak beberapa keluarga inti, Rudi Liandra, Nirina, Ken, Narendra, Tiara, Sandra, Erwin dan juga kedua orang tua Tiara. Sementara Kirana menuntun Alena yang berusaha berjalan menghampiri keluarganya. Semua orang tampak bahagia saat melihat Alena yang sudah mulai bisa berjalan kembali. Ia sembuh dengan cepat. Berkat kesabaran dan kegigihan Kirana untuk merawat Alena, Alena akhirnya sudah bisa berjalan kembali walaupun masih belum bisa berjalan dengan cepat.
"Alena, kau sudah sembuh nak?" tanya Nirina dan juga keluarganya.
Alena pun tersenyum dan bergegas memeluk Ken. "Selamat ulang tahun kakakku tercinta. Semoga kau mendapatkan kebahagiaanmu!"
"Terimakasih adikku tercinta. Doa terbaik untukmu juga!"
Happy birthday to you
happy birthday to you
happy birthday happy birthday
happy birthday to you...
"Rasanya begitu bahagia, melihat keluarga besar mereka. Ken, pak Rudi, ibu Nirina, Alena. Mereka orang-orang besar dan keluarga terpandang. Sedangkan aku? Hah Kirana, kau mulai berpikir yang tidak-tidak. Jangan melayang terlalu jauh. Hal itu tidak mungkin terjadi. Meskipun aku sangat mencintai Ken, tapi keluarganya tidak akan membiarkan itu terjadi. Lebih baik aku pergi dari sini" pikir Kirana. Ia pun segera beranjak. Namun sebuah tangan telah menahannya dan menariknya. Seketika Kirana menoleh, itu bukan tangan Ken. Melainkan tangan Narendra.
"Tetaplah di sini. Aku yakin Ken akan bahagia saat melihatmu ada di dekatnya!" bisik Narendra lirih.
"Selamat malam hadirin sekalian. Saya sangat berterimakasih atas kehadiran anda semua di acara ulang tahun putra saya. Ken Liandra. Selain itu saya akan mengumumkan beberapa info penting. Ken Liandra, sudah pasti akan menjadi penerus perusahaan Liandra group. Tentu saja saat umur dan pendidikannya sudah mumpuni. Dan yang kedua, suatu kehormatan bagi saya. Ketika Pak Thomas Arya pemilik Exo groub, telah berencana untuk menjodohkan putrinya, Tiara dengan Ken. Bukankah itu sesuatu yang sempurna?"
Seketika Kirana merasa terkejut dengan pernyataan Rudi. Jantungnya seakan berhenti berdetak. Andai saja tidak banyak orang di sana, mungkin Kirana akan membantingkan tubuhnya ke tanah. Ia begitu lemas, bahkan ia seperti tidak sanggup menopang berat badannya. Kirana benar-benar syok. Tidak hanya Kirana, Narendra, Alena dan tamu-tamu yang lain sangat terkejut mendengar keputusan tersebut. Tentu saja tamu-tamu mereka senang mendengar kabar gembira ini. Kedua perusahaan besar itu akan bersatu. Namun berbeda dengan Kirana, itu semua seperti cambukan baginya.
"Kirana, kau baik-baik saja kan?" tanya Rendra begitu khawatir dengan Kirana yang seketika berwajah pucat.
"Tentu saja. Aku baik-baik saja. Aku akan pergi sebentar!" ungkap Kirana mencoba menahan air matanya agar tidak mengalir. Ia pun memutuskan untuk menyingkir dari tempat itu.
Ken hanya menundukkan kepalanya, bahkan ia tidak berani menatapi wajah Kirana. Ken tidak akan tega melihat Kirana yang begitu kecewa dengan semua ini. Ken tidak punya pilihan lain, ia tidak mau Kirana dan ayahnya dalam bahaya, meskipun ia terpaksa menerima perjodohan ini.
Kirana pun berjalan menyusuri kolam renang, dan akan pergi ke dapur. Akan tetapi Vanya berpikir jika ini adalah waktu yang tepat untuk bermain-main dengan Kirana. Tiba-tiba saja, Vanya menyandung kaki Kirana. Dan seketika Kirana tercebur ke dalam kolam renang tersebut.
"byur!!!"
Tentu saja semua mata tertuju padanya.
"Kirana...!!" teriak Reina yang berusaha menolong Kirana. Akan tetapi ia tidak bisa berenang.
Ken yang mengetahui hal itu segera berlari untuk menolong Kirana. Akan tetapi Tiara menghalanginya.
"Kau mau kemana? biarkan saja dia. Dia hanya pelayan!" bentak Tiara.
"Kak Kirana...kakak. Cepat tolong dia. Kak Ken, kenapa kau diam saja?" teriak Alena kesal.
"Siapapun cepat tolong Kirana. Ia tidak bisa berenang!" teriak Reina.
Ingin sekali rasanya Rendra menceburkan diri menolong Kirana. Akan tetapi ia masih memberi kesempatan kepada Ken. Ia tahu, Ken lebih berhak untuk ini.
Ken melepas paksa tangan Tiara yang mencengkram lengannya. Dengan cepat Ken berlari dan menceburkan diri ke kolam renang tersebut. Semua orang sangat panik, bahkan Kirana hampir saja tenggelam karena kehabisan nafas.