Sesampai di Blok M, aku mba Bela dan Mas Satria langsung keliling ke sekitaran Blok M. Setelah beberapa bulan lulus dari SMA aku udah jarang ketemu sama Mas Satria, baru di Jakarta ini bisa ketemu lagi.
"shel, kamu kok berubah beda yang mas kenal dulu" tanya mas Satria yang heran melihatku merokok
"hehehehe...." cuma ketawa
"bukan aku ya yang ngajarin dia, dia sendiri yang begituh" kata mba Bela
"ngga apa apa, selagi belum nikah mau nakal ngga masalah asal setelah nikah tinggalin semuanya fokus ke keluarga" nasehat mas Satria
"iya boleh kita bandel sekali ajah buat ngerasain ajah setelah itu ya udah jangan diulang nantinya" tambah mba Bela
"nah itu, terus kita dirumah jangan nunjukin kayak ginih ke orang tua, kalo mau bandel diluar ajah" kata mas Satria lagi
"iya iyaa..." jawabku
"ya udah masuk yuk, laper nih belum makan" lanjut mas Satria
Kita bertiga menuju foodhall lantai 5. kami pun sepakat untuk makan di KFC, setelah memesan semua yang bayar mas Satria. dan kamipun duduk sembari makan dan ngobrol santai.
"dia nih dari dulu kalo pas aku dirumah ngga pernah minta ini itu" jelas mas Satria
"kenapa coba? kalian pacaran kan?" tanya mba Bela
"ngga enak lah, kan aku masih sekolah masa mau minta minta" jawabku tersipu malu
"ya udah kamu mau apa ajah nanti mas yang bayar" kata mas Satria
"tuh... mumpung ada yang bayarin beli apa yang kamu mau disini banyak" ledek mba Bela
"mau boneka? baju? apa mas kawin?" lanjut mas Satria
"ngga ada yang aku pengen" jawabku
"dih... kamu tuh aneh deh ngga kepengen apa apa, orang Satria yang nyuruh juga" mba Bela sampe heran dengan jawabanku.
Setelah makan kami pun pergi berkeliling di Blok M. sepanjang jalan mba Bela dan mas Satria selalu tanya mau ini? mau itu? aku selalu menggelengkan kepala.
Akhirnya kita pun ditoko swalayan karna mas Satria dan mba Bela ada keperluan yang harus dibeli terpaksa aku ikut masuk. Ini bukan hobyku atau kesukaanku yang belanja ini itu. Tapi karna mengharagi mba Bela dan mas Satria ya sudah lah.
Setelah memilih semuanya aku hanya memilih minuman. Semua belanjaan disatuin dikasir, dan belanjaan mba Belapun mas Satria yang bayar.
"ih shela kenapa cuma milih minuman?" tanya mba Bela
"aku tuh males mba kalo semisal putus takut diungkit ungkit ntarnya" jawabku
"ada ada ajah kamu ini kan dia yang nyuruh bukan kamu yang mau, beda halnya kalo kaku yang rengek rengek minta sendiri" tambah mba Bela
"udah mas?" tanyaku ke mas Satria yang selesai membayar semua belanjaan mba Bela dan punya mas Satria.
"udah nih kamu pegang" jawab mas Satria sembari menyuruhku menerima 2 kantung plastik belanjaan.
"loh ini apa mas? kan aku cuma pesen minuman aja" tanya ku balik
"udah buat kamu ajah, abis ditanya mau apa cuma mau minuman doang ya mas yang pilih semuanya"
heemmm... gini nih yang aku ngga suka, dibeliin ini itu padahal aku ngga minta. gumam dalam hatiku.