Senja yang sedang sibuk dengan kerjaannya tiba-tiba saja ia mendapatkan notif pesan yang masuk kedalam handphone miliknya.
" Dari siapa ini? " Gumam Senja yang merasa heran dengan No yang tidak ia kenal
08xxxxx : Selamat siang Nona senja. Saya utusan Tuan Bisma untuk meminta Nona datang ke Alamat ini Jl. A Yani xxx. ada sesuatu yang harus saya sampaikan kepada Nona.
Senja : Baik Tuan. Saya akan datang
Setelah membalas pesan dari no asing itu Senja langsung memasukan handphone miliknya kedalam tas lalu ia bersiap-siap untuk pergi ke Alamat yang di kirim tadi.
Untung ini sudah jam makan siang jadi Senja bisa menemui utusan Tuan Bisma itu, kebetulan ada hal yang ini senja bicarakan.
" Dok mau kemana? " Tanya Intan
" Aku ada urusan. aku pergi dulu ya " Pamit Senja kepada Intan
intan pun langsung menganggukkan kepalanya. " Tidak biasanya Senja pergi di jam makan siang " Gumam intan yang langsung mengangkat kedua bahunya.
Dengan menggunakan motor metik Senja langsung pergi ke Kafe, untuk Kafe itu tidak terlalu jauh dari rumah sakit.
Tidak butuh waktu lama Senja pun sampai di Kafe Senja mencari keberadaan orang yang mengirim pesan kepada dirinya.
" Nona senja "
Senja langsung menoleh kearah suara, Senja langsung terkesima melihat pria tampan yang ada di hadapannya ini.
" Nona " Panggilnya lagi
" Ah iya Maaf " Kata Senja yang langsung tersadar
" Mari Nona " Ajak Nya sopan
Senja pun menganggukkan kepalanya pelan lalu mengikuti langkah pria tampan itu.
Ruangan VVIP yang cukup luas dengan meja bundar yang menyatu dengan ruangan Karaoke.
Senja melihat kesetiap sudut, ia baru tau jika Kafe ini ada ruangan yang seperti ini " Kafe orang kaya emang beda " Gumam senja dalam hati
" Nona, silahkan duduk " Pinta pria itu
" Ah iya " Senja langsung duduk di kursi yang kosong
" Nona, Apa Nona mau makan siang dulu atau langsung ke intinya? " Tanya
" Langsung ke intinya saja Tuan, karena saya tidak punya banyak waktu " Jawab Senja jujur
" Oh baiklah, kalo begitu silahkan Nona baca surat perjanjian ini " Pria itu memberikan amplop coklat kepada Senja
Senja yang merasa heran ia pun langsung menerima Amplop coklat dan membukanya, Ada lembaran surat perjanjian " Apa ini? " Tanya Senja
" Silahkan Nona baca dulu, setelah di baca Nona bisa langsung tandatangan dan jika ada yang ingin anda koreksi juga silahkan "
Dengan hati-hati Senja membaca surat perjanjian itu, kedua mata Senja langsung membulat sempurna ketika melihat poin poin yang akan merugikan dirinya.
" Tuan, Sebelumnya saya minta maaf karena Paman saya belum bisa melunasi hutang-hutangnya tapi Apa tidak ada jalan lain selain menikah? " Tanya Senja hati-hati
Pria itu terkekeh " Yang mengusulkan pernikahan ini adalah paman Anda Nona, andai saja jika paman Nona tidak mengusulkan nya mungkin pernikahan ini tidak akan pernah terjadi dan harus Nona pahami jika Tuan Bisma bukan pria yang palin plan dalam mengambil keputusan " Jawab nya " Dan Nona juga pasti tau jika Tuan Bisma saat ini sudah memiliki seorang istri yang beliau sayangi "
Siapa yang tidak tau Tuan Bisma semua orang juga tau Pria Tampan yang memiliki kerajaan bisnis.
Senja mengangguk paham dengan penjelasan pria yang ada di hadapannya ini " Baiklah Tuan, saya akan tandatangani surat ini namun Saya ingin menambah poin di sini " Kata Senja
" Silahkan Nona, nanti saya akan sampaikan kepada Tuan Bisma "
" Saya akan melayani Tuan Bisma selayaknya suami saya yang sesungguhnya dan saya juga tidak akan mempublikasikan pernikahan ini namun " Senja menelan air ludahnya terlebih dahulu " Saya tidak bisa melayani Tuan Bisma di atas ranjang karena saya tidak ingin melakukannya tanpa cinta " Lanjut Senja
Ucapan Senja mempu membuat pria itu menaikan sebelah alisnya, pria itu merasa heran kenapa wanita ini tidak ingin melayani Tuannya padahal di luar sana banyak wanita yang ingin di tiduri oleh sang Tuan " Menarik " Gumam pria di dalam hatinya.
" Baik saya akan sampaikan poin itu kepada Tuan Bisma " Jawabnya
Senja tersenyum semu lalu ia menganggukkan kepalanya, siapa yang mau berhubungan dengan pria yang tidak ia cintai apa lagi harus merelakan mahkota kepada pria yang memiliki istri apalagi pernikahan dirinya dengan si pria hanya satu tahun.
Begitu miris hidup senja bisa-bisanya ia di permaimkan oleh takdir, tidak ada orang tua, memiliki paman dan bibi malah menjual dirinya kepada pria beristri dan apa lagi ini dia akan memiliki status janda setelah menikah satu tahun.
Senja tidak ingin berlama-lama di Kafe itu, Senja langsung keluar dengan langkah biasa saja padahal kakinya terasa lemas setelah mendatangi kontrak tadi.
Di parkiran Senja termenung sejenak lalu ia tersenyum semu menertawakan nasib hidupnya yang tidak semulus dengan harapannya.
~ DI KANTOR
" Bagaimana, Apa wanita itu setuju dengan kontrak yang kau berikan? "
" Sudah Tuan, dan Nona senja juga menuliskan poin di sana " Jawab Tomi Asisten Tuan Bisma
Tomi memberikan Amplop yang berisi Surat kontrak kepada Tuan Bisma.
Tuan Bisma membuka Amplop dan melihat poin apa yang di tulis oleh Senja
" Cih.. dia pikir, dia siapa dengan beraninya menambahkan Poin yang tidak mungkin Aku lakukan kepadanya " Kesal Tuan Bisma
" Atur semuanya, dan ingat jangan sampai bocor ke media apa lagi kepada Istriku " Kata Tuan Bisma kepada Tomi
" Baik Tuan " Jawab Tomi yang langsung keluar dari Ruangan Tuan Bisma.
Setelah kepergian Tomi, Tuan Bisma memutarkan kursinya agar bisa menatap luar.
" Jika bukan karena balas Budi, aku tidak Sudi menikah dengan wanita itu " Gumam Tuan Bisma
Flashback on.
Saat itu Tuan Bisma, Alea dan juga Denis baru pulang dari jamuan makan malam, hujan yang cukup lebat membuat jalanan macet.
" Auh.. "
" Kamu kenapa Alea? " Tanya Tuan Bisma kepada adiknya
" Kak, sepertinya Aku akan melahirkan " Lirih Alea yang meremas tangan suaminya
" Ya Tuhan, sayang. bagaimana ini? kenapa harus melahirkan sekarang " Kata Denis yang khawatir dengan keadaan Alea " Kak Bagaimana ini? " Tanya Denis kepada Tuan Bisma
Tuan Bisma begitu Frustasi melihat keadaan adiknya yang hendak melahirkan tapi jalanan tidak kunjung jalan " Sialan, kenapa harus macet sih " Keluh Tuan Bisma
" Kak, Mas. Sakitttt... " rintih Alea yang kesakitan
Denis tidak kalah panik ia keluar dari mobil dan hendak membawa Alea ke rumah sakit dengan cara menggendongnya namun Denis tidak sengaja melihat Senja yang sama-sama terjebak macet.
" Dokter Senja " Panggil Denis
Senja yang merasa di panggil langsung menoleh " Tuan Denis " Jawab Senja" Ada apa Tuan? " Tanya Senja yang Melihat Tuan Denis panik
" Syukurlah Dokter senja ada di sini, Tolong saya Dok. istri saya sepertinya akan melahirkan " Ucap Denis
Senja yang di mintain tolong langsung turun dari sepeda motornya lalu berjalan kearah Mobil Denis.
Tuan Bisma melotot karena ada orang asing masuk kedalam mobilnya.
" Siapa kamu, Mau kamu apakan adik saya? " bentak Tuan Bisma
Senja tidak menjawab ia langsung melihat kondisi Alea, Alea adalah salah satu pasien Senja.
" Tuan Denis, Apa tidak Maslaah jika Nona Alea melahirkan di dalam mobil? karena Nona Alea akan segera melahirkan " Kata Senja kepada Denis
" Lakukan Dok, saya percaya kepada Dokter " Jawab Denis yang langsung di anggukan oleh Senja
" Denis! " Bentak Tuan Bisma
" Tidak ada cara lain kak, Aku tidak ingin istri dan Anakku dalam bahaya " Ucap Denis dengan wajah sendu nya.
" Silahkan Tuan, Tuan untuk keluar " Pinta Senja
Dengan Pasrah Tuan Bisma keluar dari Mobil, Tuan Bisma tidak menyangka Jika adiknya akan melahirkan di dalam Mobil. andai saja jika tadi Dirinya tidak memaksa Alea menemani dirinya untuk melamar Sang kekasih mungkin kejadiannya Tidak akan begini.
FLASHBACK OFF