Senja terbangun dari tidurnya karena ia merasa terusik oleh handphone yang terus berdering, Senja bangun dari tidurnya lalu ia mengambil tas miliknya
" Nona Lea " Gumam Senja yang langsung mengangkat panggilan tersebut
Halo...
....
Baik Nona, saya akan segera kesana
....
Tut...
Senja langsung bergegas mengganti pakaiannya lalu ia segera pergi ke rumah Alea untuk memeriksa keadaan Baby Gempi.
Tadi Alea meminta Senja untuk datang kerumahnya karena Baby Gempi yang semakin panas.
Tanpa berpikir panjang Senja pun langsung mencari taksi untuk pergi ke rumah Pasiennya itu, Senja lupa jika Alea adalah adik dari Tuan Suaminya.
Tidak butuh waktu lama akhirnya Senja sampai di rumah Alea..
" Permisi Pak, saya Dokter senja mau memeriksa Baby Gempi " Kata Senja kepada Sekuriti
" Anda sudah di tunggu dokter " Kata Sekuriti yang berwajah seram itu
Senja hanya tersenyum lalu ia mengikuti langkah sekuriti.
Senja langsung di arahkan ke kamar baby Gempi oleh pelayan, sesampainya di kamar baby Gempi. Senja langsung memeriksa keadaan Baby Gempi.
" Nona, Baby Gempi panas karena habis imunisasi tadi siang ini hal yang wajar, setelah di beri obat besok juga panasnya akan turun " Kata Senja ramah
Alea bernapas lega " Syukurlah, Aku merasa khawatir sekali tadi " Kata Alea yang memandangi wajah sang anak
" Itu hal yang wajar Nona, namanya juga seorang ibu pasti tidak akan tega melihat putrinya kesakitan " Kata Senja
" Kamu benar "
" Alea, bagaimana keadaan Baby Gempi? "
Deg...
Senja seperti mengenal suara arogan itu dan benar saja itu adalah tuan suaminya.
Tuan Bisma kaget karena ada Senja di sini tapi dengan celah ia menetralkan kekagetan itu.
" Kakak, kenapa kakak sudah pulang, bukanya kakak sedang ada acara? " Tanya Alea heran
" Bagaimana mungkin aku bisa tenang ketika mendengar jika ponakanku panasnya tinggi " Keluh Tuan Bisma yang langsung memeriksa baby Gempi
" Sayang bagaimana keadaan Baby Gempi? " Tanya Ara yang memeluk lengan Tuan Bisma
Senja yang melihat itu langsung menundukkan kepalanya.
" Sudah baik-baik saja ko, kak. Untung ada dokter Senja yang datang tepat waktu kalo tidak aku tidak tau harus bagaimana " Kata Alea
Ara dan Tuan Bisma melirik kearah Senja yang sedang menunduk
" Terimakasih " Kata Tuan Bisma
Senja langsung menoleh kearah Tuan Bisama namun Tuan Bisma langsung memalingkan wajahnya kearah baby Gempi. " Sama-sama Tuan " Jawab Senja
" Kamu kan dokter yang kerja di rumah sakit suamiku " Kata Ara
" Benar Nyonya " Jawab Senja sambil tersenyum
Ara memandangi senja dari bawah sampai atas lalu tersenyum sinis.
" Sayang, Baby Gempi sudah baik-baik saja bagaimana jika kita makan malam dulu, aku sudah lapar tadi tidak sempat makan karena kita langsung pulang " rengek Ara yang bergelayut manja di lengan Tuan Bisma
" Baik Honey " Jawab Tuan Bisma yang langsung membawa Istri tercintanya itu ke ruang makan.
Alea yang Melihat itu hanya menggelengkan kepalanya pelan, jujur saja jika dirinya kurang suka dengan Kakak iparnya itu.
" Dok, lebih baik Dokter juga ikut makan malam dulu bersama kami. dokter pasti belom makan malam " Ajak Alea
" Tidak perlu Nona, saya bisa makan malam di rumah " Tolak halus Senja
Alea langsung memegangi lengan Senja " Aku tidak suka penolakan dok " Kata Alea dengan mata yang tajam
Senja hanya bisa pasrah ketika di paksa oleh Alea.
Alea membawa Senja ke meja makan, tadi sudah menyuruh pelayan untuk menjaga putrinya.
" Alea, kenapa kamu bawa orang asing ke meja makan kita " Tegur Ara yang tidak suka ada orang asing di meja makan
" Memangnya kenapa dengan Dokter senja? Dokter Senja bukan orang asing tapi dia yang sudah menolong ku dua kali " Kata Alea " Dok duduk lah " Pinta Alea
" Non, lebih baik saya pulang " Kata Senja yang merasa tidak enak
" Aku tidak suka penolakan ya dok, Duduk " Ucap Tegas Alea
Senja jadi serba salah saat ini apa lagi melihat tatapan Ara dan Tuan Bisma yang memperlihatkan jika mereka tidak suka dengan keberadaan dirinya.
Alea mengisi piring Senja dengan nasi dan lauk pauk " Sudah nona, jangan banyak-banyak " Kata Senja
" Cih.. " Desis Ara tidak suka
" Jangan banyak omong, aku tidak suka ada orang yang banyak omong di meja makan " Tegur Tuan Bisma tanpa ekspresi
Senja langsung memakan makanannya, ia tidak makan banyak karena memang dirinya sedang tidak selera untuk makan
" Dok, apa makannya tidak enak? " Tanya Alea
" Ti.. tidak ko. ini sungguh enak cuman aku memang jarang makan banyak kalo malam " Jawab Senja langsung
" Oh. Aku pikir karena masakannya yang tidak enak "
" Enak ko "
Lagi-lagi Senja mendapatkan tatapan dingin dari Ara, Ara benar-benar tidak menyukai Senja apa lagi Tuan Bisma yang sering melirik kearah Senja membuat Ara cemburu.
Setelah makan malam Senja pun langsung pamit untuk pulang karena ia takut keburu malam, setelah berpamitan Senja langsung pulang dengan menggunakan ojeg online.
" Alea, kenapa kamu memakai dokter itu untuk mengurus Baby Gempi? " Tanya Ara
" Memangnya kenapa? "
" Aku hanya tidak yakin dengan keahliannya, apa lagi setau aku dia belum cukup berpengalaman" elak Ara
Alea tersenyum simpul " Kata kamu Dokter senja itu tidak berpengalaman tapi Dokter senja lah yang sudah menolongku dan juga putriku " Kata Alea yang langsung meninggalkan Ara di ruang tamu.
Ara mengepalkan kedua tangannya " Kenapa wanita itu terus membenciku, jika aku tau jika malam itu dia akan melahirkan mana mungkin aku akan memaksa Bisma untuk melamar ku saat itu " Keluh Ara
" Honey, kamu kenapa? " Tanya Tuan Bisma yang melihat Ara murung.
" Sayang, Apa saat itu adalah kesalahanku? kenapa Alea membenciku " Lirih Ara dengan wajah sendunya
Tuan Bisma melirik kearah kamar Alea lalu ia membuang napas beratnya " Sudah kamu jangan pikirkan itu semua, lagian itu bukan salah kamu " Kata Tuan Bisma membawa ara kedalam pelukannya.
Suara petir menyambar, hujan turun begitu deras tiba-tiba saja Tuan Bisma kepikiran dengan Senja yang pulang menggunakan ojeg online
" Apa wanita itu sudah sampai di rumah? " Gumam Tuan Bisma dalam hati sambil melihat kearah luar.