Dua bulan menyiapkan sebuah pernikahan adalah perjuangan dan merupakan rekor yang paling singkat untuk menyiapkan masa depan.
Dan.... hari ini adalah hari yang paling bahagia untuk kami dan seluruh keluarga besar kami. Dua pasang pengantin duduk dalam satu pelaminan bersanding tiga keluarga sekaligus. orang tua kami, keluarga Om Adit dan keluarga suami adikku.
Pesta pernikahan yang banyak mengejutkan orang dan para tamu undangan. Sekali pesta langsung dua pengantin yang bersanding, dan belum pernah terjadi sebelumnya.
'Selamat Pak, Bu.... bahagianya sekali mantu dapat dua ya....'
'Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah....aamiin....'
'Alhamdulillah, terima kasih doanya ...' jawab ibuku
'Selamat Pak, pesta yang luar biasa, unik....' komentar para undangan
' Selamat berbahagia Mbak Kinan, Mas Adit....' ucapan selamat yang bermacam-macam sebagai ungkapan kebahagiaan para tamu dan undangan.
'Selamat Mbak Wit, mas Tri....' tak lupa ucapan selamat untuk adik perempuan dan suaminya.
Sampai siang para tamu undangan tidak berhenti memberikan ucapan selamat kepada kami para pengantin dan kedua orang tua kami.
Setelah lewat tengah hari barulah undangan berangsur sepi, tinggal keluarga, tetangga dan kawan-kawan dekat saja yang masih bercengkerama dan bersilaturahmi memanfaatkan moment langka ini.... Kenapa langka, ya...karena dua pasang pengantin dalam satu undangan... keren kan...he he...
........
' Alhamdulillah Yang....akhirnya....' ucapan selamat dari mbak Yanti sahabatku semasa kuliah.
'Terima kasih Yang....' jawabku. Kenapa aku panggil 'Yang' karena itu adalah panggilan sayang kami...hhmm lucu ya, jadi ingat masa kuliah....
'Selamat ya mbak Kinan....' satu lagi sahabatku dari masih unyuk-unyuk zaman sekolah TK.
'Terima kasih dik Etik, Alhamdulillah...' jawabku. Sahabat aku ini yang paling setia dari zaman sekolah TK sampai sekarang masih saling tukar kabar.
' Diam-diam ya merantau, pulang-pulang bawa suami....hi..hi..' sahut dik Rini, sahabatku selain dik Etik.
'Hhmm....diam-diam menghanyutkan ...ha...ha..' celoteh kawanku yang lainnya....
'Jangan heran ya mas kami sering berolok-olok' kata dik Etik.
' Hmmm....' Om Adit hanya tersenyum mendengar celotehan teman-temanku.
' Ohh....iya mbak gimana ceritanya bisa bareng mbak Wit nikahnya...?'
' Hehe....tanya tu sama Om Adit' jawabku
' Om......?' tanya di Rini...
' Iya....'
'Kok panggilnya Om sih Kinan....' tanyanya lagi
'Hehe...panggilan sayang tu...' jawabku
'' Hhmm...' jawab Om Adit sambil melirik matanya ke arahku
' Ya kan Om.....' tanyaku meyakinkan
' Ya Tante....' jawabnya
' Kok Tante sih...' protesku
' Lah kamu panggil suami Om, ya pasangannya kan Tante...' jawabnya santai
' Iihh....' jawabku kesal
' Ha ha ha...' saut teman-temanku kompak.
'Jadi..gimana ceritanya...?' tanya dik Etik penasaran
' Takut diambil orang...' jawab Om Adit singkat
'Hah....' balas dik Rini
'Serius...' tambahnya lagi...
'Iya....'
'Ha...ha...ha....' mereka kompak tertawa.
'Dah lah pulang yuk, kasihan pengantin baru....' ajak mbak Yanti.
' Yuk lah...kami pulang dulu ya' pamit mereka
'Selamat sekali lagi...' ucap mereka sambil berpelukan bergantian.
'Terima kasih ya.... sering-sering main ke sini...' balasku
'Dah.... assalamualaikum....' akhirnya mereka pulang
' Waalaikum salam....' jawab ku dan Om Adit bersamaan.