Gama datang ke rumah Diandra pada sore berikutnya. Ia tidak membawa Giana dan tidak meminta ibunya menghubungi perempuan itu. Ia ingin memahami apa yang sebenarnya diingat Diandra, bukan meminta pengakuan untuk disampaikan kembali kepada Giana. Diandra menyambutnya di ruang keluarga dengan teh yang tak segera disentuh siapa pun.
"Giana sudah tahu aku pernah meminta maaf?" tanya Diandra.
"Dia tahu Neneknya mengingat ada perempuan berselendang. Dia menduga perempuan itu Mama, tapi tidak yakin. Aku hanya bilang Mama mengingat keluarga korban. Aku tidak membawa nama atau cerita lebih jauh."
Diandra menunduk. Ia mengatakan malam itu ia melihat Giana menangis dan Rahma mencoba menahan tubuh cucunya agar tidak jatuh. Ia mendekat setelah dokter menyampaikan bahwa orang tua Giana meninggal. Diandra meminta maaf karena mobil Geraldi terlibat dalam kecelakaan, tetapi ia tidak mengetahui penyebab tabrakan pada saat itu. Keterangan yang ia dapat kemudian menyebut rem mobil Geraldi diduga dirusak. Belum ada nama pelaku yang dapat ia pastikan.
"Apa Mama tahu siapa keluarga mereka waktu itu?" tanya Gama.
"Aku melihat nama di berkas rumah sakit, tapi tidak pernah menghubungkan nama itu dengan orang yang kamu pekerjakan sekarang. Bertahun-tahun berlalu. Aku juga tidak tahu Giana akan memakai nama Aninta di acara keluarga kita. Kalau tahu, aku akan menghentikan sandiwara itu sebelum dimulai."
Gama tidak serta-merta menerima semua penjelasan sebagai penutup. "Kenapa Mama tidak pernah cerita padaku?"
"Karena aku mengira itu urusan keluarga korban dan aku tidak punya hak membuat cerita mereka jadi bagian dari hidupmu. Lalu setiap kali masalah perusahaan muncul, aku hanya berusaha melindungimu dari tuduhan yang belum terbukti. Aku mungkin salah menilai bahwa diam lebih baik."
Gama mengingat kembali pertemuan sebelumnya, ketika Diandra mengungkap sengketa bisnis lama tetapi tidak menjelaskan kaitan keluarga korban. Ia bertanya apakah cerita tentang pengadaan dan perawatan kendaraan berkaitan dengan kecelakaan. Diandra menjawab bahwa catatan waktu dan vendor memang pernah berbeda, namun ia tidak memiliki bukti bahwa sengketa itu menyebabkan rem rusak. Ia tidak ingin Gama menyatukan dua garis peristiwa hanya karena sama-sama melibatkan mobil.
"Aku tidak akan menyebutnya bukti," kata Gama. "Tapi aku perlu tahu apakah ada dokumen yang masih tersimpan dan bisa diperiksa resmi nanti."
Diandra menjawab bahwa beberapa arsip perusahaan mungkin masih tersimpan, tetapi aksesnya harus melalui prosedur perusahaan dan orang yang memiliki wewenang. Ia tidak akan membawanya ke rumah atau membagikannya sembarangan. Gama setuju. Ia tidak meminta ibunya menghubungi Giana.
Mereka lalu membicarakan perawatan Geraldi. Kondisinya tetap sama seperti sebelumnya; kunjungan dokter dan jadwal perawat berlangsung rutin, tanpa perubahan mendadak. Diandra mengakui ia kadang berharap ada kabar baik, tetapi tidak ingin memberi Gama harapan palsu.
Gama mengunjungi ayahnya sebelum pulang. Ia berdiri di sisi ranjang dan menceritakan bahwa ia baru tahu seorang perempuan yang bekerja dengannya adalah anak dari korban kecelakaan. Tidak ada jawaban dari Geraldi. Mesin tetap berbunyi dengan ritme yang biasa, sementara Gama duduk beberapa menit sebelum pergi.
Dalam perjalanan pulang, ia menyadari bahwa mengetahui hubungan itu tidak membuatnya berhak meminta Giana mendengarkan keluarga mereka. Ia harus membiarkan Giana memiliki jarak, sementara ia sendiri menghadapi pertanyaan tentang cara keluarganya menyimpan cerita.
Diandra mengeluarkan album keluarga lama, tetapi tidak membukanya. Ia mengaku dahulu menyimpan beberapa kertas rumah sakit bersama barang Geraldi, namun tidak tahu apakah masih lengkap atau dapat dibagikan. Ia tidak ingin Gama menjadikan kertas yang tak lengkap sebagai kebenaran final. Mereka sepakat bahwa kelak, jika dokumen itu dibutuhkan, mereka meminta petugas yang berwenang memeriksa cara mengaksesnya.
"Apa kamu ingin aku meminta maaf pada Giana?" tanya Diandra.
"Mama boleh menawarkan bicara, tapi jangan menganggap dia harus menerima. Aku bahkan tidak akan menyampaikan tawaran itu sebelum dia mengatakan siap."
Diandra mengangguk. Ia mengatakan bahwa pada malam kecelakaan, ia tidak sanggup bertanya banyak kepada keluarga korban. Ia hanya mengulang permintaan maaf dan pergi ketika Rahma perlu mengurus cucu-cucunya. Bertahun-tahun kemudian, ia tidak mencari mereka karena mengira membuka luka tanpa diminta dapat menjadi beban. Gama bertanya apakah alasan itu membenarkan diamnya. Diandra menjawab bahwa ia tidak tahu; ia hanya bisa mengakui pilihan tersebut.
Gama juga menjelaskan bahwa ia baru mengetahui hubungan itu setelah Giana sendiri menyampaikan. Ia tidak ingin ibunya menghubungi Giana lewat kantor atau memakai statusnya untuk membuka jalan. Diandra menerima syarat itu meskipun jelas ingin menyampaikan lebih banyak.
"Aku hanya ingin tahu apakah mereka baik-baik saja setelah malam itu," katanya.
"Kalau Giana memilih bercerita, dengarkan. Kalau tidak, jangan mencari kabar dari orang lain."
Mereka beralih pada berkas perusahaan yang pernah disebut Diandra. Gama menegaskan ia tidak meminta salinan sekarang. Ia ingin memisahkan dokumentasi sengketa bisnis dari catatan kecelakaan, lalu memeriksa keduanya dengan izin dan prosedur. Diandra mengatakan akan menanyakan kepada bagian administrasi apakah arsip proyek lama masih disimpan, tetapi tidak akan mengubah atau memindahkan apa pun.
Gama mengunjungi Geraldi setelah percakapan itu. Ia menceritakan bahwa seorang perempuan yang bekerja dengannya adalah anak dari pasangan yang meninggal dalam kecelakaan tersebut. Ia tak tahu apakah ayahnya mampu mendengarnya. Tidak ada respons yang tampak; perawat mencatat kondisi tetap stabil sesuai pemantauan, tanpa perubahan kesadaran.
Dalam perjalanan pulang, Gama tidak mengirim kabar kepada Giana. Ia tahu informasi tentang Diandra adalah milik keluarga mereka, tetapi keputusan untuk berbicara dengannya tetap milik Giana. Ia menyimpan catatan singkat untuk dirinya sendiri: jangan menyamakan dugaan dengan bukti; jangan mengatur pertemuan tanpa izin.Sebelum dokumen ditutup, Giana meminta agar kantor menyimpan juga versi kontrak awal, versi perpanjangan, pemberitahuan penghentian, dan bukti bahwa pembayaran telah diterima. Ia ingin catatan itu lengkap, termasuk keputusan yang membuat mereka sampai pada titik ini. Farel mengatakan tidak ada alasan menghapus dokumen lama, tetapi mereka dapat memberi penanda bahwa bagian identitas palsu telah dihentikan.
Aya membantu merancang formulir evaluasi untuk layanan berikutnya. Mereka menambahkan kolom persetujuan pihak ketiga bila nama atau identitasnya digunakan, serta kotak yang menjelaskan bahwa pekerja bukan pengganti dokter, pengacara, atau anggota keluarga. Giana meminta ada cara bagi staf untuk menolak tugas tanpa kehilangan bayaran atas pekerjaan yang sudah dilakukan. Farel setuju memasukkan usulan itu ke rapat internal, bukan mengumumkannya sebagai kebijakan sebelum semua staf membaca.
"Kita perlu membicarakan kenapa dulu kita menganggap penyamaran ini cuma akting," ujar Aya.
"Iya. Aku juga menyetujuinya. Tanggung jawabnya bukan cuma di klien," kata Giana.
Mereka tidak mengubah seluruh cara kerja dalam sehari. Mereka mencatat masalahnya dan menyepakati langkah pertama. Giana tidak ingin pengalaman pribadinya dijadikan bahan promosi tentang betapa pedulinya kantor mereka. Ia meminta supaya namanya tidak dicantumkan dalam materi apa pun tanpa izin.
Gama menerima dokumen final tanpa meminta revisi. Ia tidak mengirim hadiah sebagai ucapan terima kasih. Ketika Farel menyampaikan bahwa kontrak telah ditutup, Gama membalas dengan konfirmasi administrasi dan mengakhiri urusan kerja. Giana merasa sedikit kehilangan rutinitas yang selama beberapa minggu mengisi hari-harinya, namun ia tidak merindukan kebohongan di balik peran itu.
Di rumah, ia mengatakan kepada Rahma bahwa ia tidak lagi punya pekerjaan dari keluarga Pradipta. Rahma bertanya apakah mereka akan kesulitan membayar kebutuhan. Giana menjelaskan bahwa pembayaran kerja sudah diterima dan ia akan mengambil penugasan lain. Ia tidak akan meminta uang keluarga Gama, dan tidak menganggap penolakan atas pekerjaan lanjutan sebagai hukuman.
Gufta mengangkat tangan seperti murid. "Kalau begitu aku resmi boleh mengajukan permintaan bimbingan persamaan?"
"Ajukan setelah kamu mencoba sendiri," jawab Giana.
"Baik. Aku akan mengajukan banding ke Rahma." Nenek mereka pura-pura tidak mendengar, membuat keduanya tertawa.