Gama menunggu sampai minggu kelima sebelum meminta Dea dan kedua orang tuanya bertemu. Ia tidak ingin percakapan itu berubah menjadi perdebatan lewat telepon atau pesan singkat. Ia mengusulkan rumah keluarganya, tetapi Dea meminta tempat netral. Mereka akhirnya memilih ruang rapat kecil milik perusahaan Gama yang biasa dipakai untuk pertemuan terbatas.
Farel diminta hadir sebagai saksi. Ia tidak akan menjadi penengah atau penyidik; tugasnya memastikan percakapan berlangsung terbuka dan tak seorang pun mengubah kata-kata setelahnya. Gama juga meminta izin kepada semua pihak untuk mencatat poin pembicaraan, bukan merekam. Ayah dan ibu Dea menyetujuinya setelah membaca agenda.
Sebelum hari pertemuan, Gama menulis pertanyaan yang ingin ia ajukan. Ia menunjukkan daftar itu kepada Farel: siapa yang mengetahui bahwa Giana bukan Aninta; kapan mereka mengetahuinya; siapa yang mengizinkan penggunaan nama; dan mengapa tidak ada yang memberi tahu Gama secara langsung. Pertanyaan itu tidak menyebut sabotase atau kecelakaan, karena ia belum punya bukti yang menghubungkan keluarga Dea dengan hal tersebut.
"Kamu yakin sanggup mendengar jawaban apa pun?" tanya Farel.
"Aku tidak tahu. Tapi kalau aku bertanya hanya untuk mencari jawaban yang kusukai, percuma." Gama menutup buku kecilnya. "Aku ingin tahu yang sebenarnya, meski aku mungkin tidak suka."
Pada hari pertemuan, Dea tiba bersama Naumi dan Juardi. Suasana terasa formal sejak awal. Farel duduk di sisi ruangan yang sama dengan Gama, sementara Dea dan orang tuanya memilih kursi berhadapan. Tidak ada makanan atau basa-basi panjang.
Gama membuka dengan pertanyaan yang sama kepada ketiganya: "Kapan kalian tahu bahwa perempuan yang hadir sebagai Putri bukan Aninta, dan siapa yang tahu sebelum pertemuan keluarga?"
Naumi menjawab lebih dulu. Ia tahu Giana adalah orang yang dikontrak Gama, setidaknya sebelum pertemuan terakhir. Ia mengira Gama sendiri telah memberitahu keluarganya dan menganggap hal itu sudah disepakati. Juardi mengatakan ia baru mengetahui bahwa Giana bukan kakak kandung setelah melihat cara mereka berbicara; ia mengaku tidak tahu ada kontrak sebelum hari itu.
Dea diam beberapa detik. "Aku tahu dari awal bahwa Giana bukan Aninta. Aku juga tahu kamu yang mengatur kontraknya. Tapi aku tidak tahu Ibu sudah tahu sebelum pertemuan pertama."
Gama menatap mereka bergantian. "Kalian bertiga berada di rumah ketika Giana memperkenalkan diri sebagai kakakku. Aku ingin tahu siapa yang menyusun cerita itu dan bagaimana kalian bisa sama-sama tidak bertanya."
Naumi menjelaskan bahwa percakapan tentang Aninta sudah terjadi sebelum mereka datang, tetapi ia mengira Gama akan memperkenalkan Giana secara terbuka. Ia tidak mengingat siapa yang pertama menyebut nama Putri. Juardi berkata ia mengikuti penjelasan istrinya dan mengira Gama sedang menjaga privasi keluarga.
"Kalian memberikan jawaban yang berbeda," kata Gama.
Dea mengaku bahwa ia pernah berkirim pesan dengan ibunya tentang peran Giana dan meminta agar orang tuanya tidak mempermalukan Gama di depan tamu. Ia bersedia menunjukkan percakapan yang ia miliki, tetapi ingin menjaga pesan lain yang tidak berkaitan dengan pertemuan itu.
Farel mengingatkan bahwa Dea boleh menunjukkan bagian yang relevan tanpa menyerahkan seluruh ponselnya. Dea membuka percakapan dan memperlihatkan rangkaian pesan yang membahas nama Putri, kehadiran Giana, serta cara menjaga suasana agar Gama tidak merasa dipermalukan. Tanggalnya menunjukkan Naumi telah mengetahui status Giana sebelum pertemuan. Tidak ada pesan yang membuktikan Juardi tahu sejak awal.
Gama tidak langsung menyimpulkan apa pun. Ia meminta agar percakapan yang ditunjukkan disimpan oleh Dea dan tidak disebarkan. Ia menyatakan pertemuan akan dilanjutkan minggu berikutnya setelah setiap orang menuliskan jawaban sendiri. Tidak ada keputusan pertunangan hari itu.
Sebelum mereka membubuhkan tanda tangan pada agenda, Farel meminta Gama mengirim pertanyaan yang sama kepada Dea dan orang tuanya lebih dulu. Gama menolak memberi mereka jawaban yang ia harapkan. "Kalau aku kirim daftar lengkap, mereka bisa menyusun satu cerita bersama," katanya. Farel mengingatkan bahwa mereka tetap keluarga dan bisa saja membahasnya. Gama pun memilih menyampaikan pertanyaan hanya pada awal pertemuan, lalu memberi tiap orang kertas kosong untuk mencatat jawaban sendiri.
Ia juga memastikan Dea bebas menolak memperlihatkan ponsel. Yang ia cari adalah kejujuran, bukan akses tanpa batas. Farel menyarankan bila pesan diperlihatkan, cukup catat tanggal dan pokok yang relevan dengan persetujuan pemiliknya. Gama menambahkan syarat itu ke agenda. Ia tidak ingin pertemuan berubah jadi penggeledahan atau membuat Dea menyerahkan percakapan pribadi yang tidak ada hubungannya.
Di rumah, Diandra bertanya apakah Gama yakin ingin mengadakan pertemuan dengan keluarga Dea. Gama menjawab ia sudah meminta Farel mendampingi sebagai saksi, dan tidak akan membahas tuduhan kecelakaan. Diandra mengingatkannya supaya tidak menyamakan dua rahasia yang belum terbukti berkaitan. Gama setuju. Ia menjelaskan pertanyaan ini tentang penggunaan identitas Aninta dan siapa yang mengetahui Giana bukan kakak kandungnya.
Dea menerima agenda tanpa keberatan, namun bertanya apakah Gama sudah mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungan. Gama mengatakan belum; ia ingin mendengar apa yang sebenarnya terjadi sebelum memutuskan. Dea menjawab ia akan datang, tetapi tidak ingin percakapan itu disebarkan ke kerabat.
Farel membuat satu lembar persetujuan sederhana untuk notulen. Setiap orang dapat meminta kata-katanya dikoreksi sebelum catatan dibagikan kepada peserta. Tidak ada audio atau video. Gama membaca ulang, lalu mengirimkannya kepada semua pihak. Pertemuan itu disiapkan sebagai percakapan keluarga, bukan penyelidikan hukum.
Gama memastikan apakah orang tua Dea ingin menambahkan sesuatu sebelum menutup pertemuan. Juardi berkata ia lebih suka mengingat kembali kronologi sebelum menjawab pertanyaan tentang percakapan lama. Naumi meminta agar Gama tidak menganggap diamnya sebagai bukti bahwa semua orang menyusun rencana bersama. Gama menjawab ia belum sampai pada kesimpulan itu. Ia hanya ingin mencatat siapa mengetahui apa, pada waktu yang mereka ingat, dan bagian mana yang belum dapat dipastikan.
Gama meminta agar catatan itu dibagikan kepada semua peserta saja, tidak kepada kerabat yang tidak hadir.
Semua pihak menyimpan catatan itu untuk dibaca kembali.