Di luar ruang rapat, Gama meminta berbicara dengan Dea berdua. Farel tetap di lobi; ia bersedia menjadi saksi percakapan keluarga, tetapi tidak perlu hadir dalam pembicaraan pasangan. Dea menyetujui, dengan syarat mereka menggunakan ruang lain yang pintunya tidak tertutup rapat. Gama mengangguk.
"Aku masih ingin memahami kenapa kamu memilih diam," kata Gama.
Dea menjelaskan bahwa ia takut penundaan pertunangan akan membuat keluarganya kembali disalahkan oleh Diandra. Ia sudah mendengar pertengkaran orang tua mereka tentang kerja sama lama dan mengira Gama akan menolak hubungan itu jika tahu semua orang tidak setuju. Ia berpikir sandiwara kakak palsu akan membuat pertemuan berjalan lancar.
"Kamu tahu aku mengontrak Giana, tapi kamu membiarkan aku percaya orang tuamu mengira dia kakakku," ujar Gama.
"Iya. Aku memilih tidak menjelaskan. Aku menganggap itu akan selesai setelah acara. Aku tidak memikirkan bahwa Giana harus membawa nama Aninta dan menghadapi akibatnya sendiri." Dea tampak menahan air mata, tetapi tidak meminta Gama menghiburnya. "Aku takut kehilanganmu dan membuat keputusan yang salah."
Gama bertanya apakah ada tujuan lain, seperti memperoleh keuntungan dari hubungan keluarga atau mengakses sesuatu. Dea menjawab ia tidak tahu apa pun tentang arsip perusahaan maupun kecelakaan. Ia tidak meminta Giana menggali dokumen. Ia mengatakan kepada ibunya bahwa Gama ingin membuat acara keluarga terasa damai, bukan mencari informasi.
"Aku tidak bisa memastikan semua yang kamu katakan hanya dari perasaan," ujar Gama. "Tapi pesan yang kamu tunjukkan mendukung bahwa kamu tahu peran Giana dan memilih diam. Itu cukup untuk merusak kepercayaanku."
Dea menerima bahwa tindakannya punya akibat. Ia berkata ia tidak meminta hubungan mereka dipertahankan hanya karena mereka pernah merencanakan pertunangan. Ia ingin Gama mempertimbangkan semua bukti, tetapi tahu bahwa pembicaraan itu tidak menghapus pilihan yang dibuatnya.
Mereka kembali ke ruang utama. Naumi menyampaikan bahwa ia mengetahui Giana bukan kakak Gama sebelum acara, karena Dea memberitahunya. Ia menyangka Gama juga tahu ibunya paham. Juardi meminta maaf karena tidak menanyakan langsung setelah mengetahui, meski ia baru sadar belakangan bahwa Giana bukan kerabat.
Gama bertanya kepada Juardi apakah ia pernah meminta Giana mengatur pertemuan atau mencari informasi tentang keluarga Pradipta. Juardi menjawab tidak. Gama tidak menganggap jawaban itu sebagai pembuktian seluruh hal, tetapi ia tak memiliki alasan untuk menuduh lebih jauh.
Naumi menawarkan menjelaskan urusan lama kedua keluarga, namun Gama meminta pembicaraan itu dijadwalkan terpisah dan didukung catatan yang bisa diperiksa. Ia tidak ingin masalah identitas Giana dicampur dengan sengketa bisnis. Naumi menerima, meski mengatakan beberapa berkas lama mungkin perlu dicari.
Gama menutup pertemuan dengan menyatakan keputusan pertunangan akan ditunda. Ia tidak mengumumkan putus saat itu juga, tetapi ia tak bersedia melanjutkan rencana sambil berharap ketidakjujuran tersebut hilang sendiri. Dea mengangguk. Orang tuanya tidak berdebat.
Farel menyimpan catatan pertemuan sesuai persetujuan semua pihak. Ia tidak membawa salinan pesan pribadi. Bukti yang diperlihatkan tetap milik Dea, sementara fakta tentang penyamaran kini diakui oleh orang-orang yang mengetahuinya.
Dea mengakui ia pernah berkata kepada Naumi bahwa Gama membutuhkan bantuan kakak untuk membuat pertemuan keluarga terasa lengkap. Ia tidak mengatakan kepada ibunya bahwa Giana akan menyamar sebagai dokter atau bahwa ia bisa diminta memberi pendapat medis. Dea juga mengatakan ia tidak menyusun naskah untuk Giana dan tidak meminta pekerja itu menyampaikan informasi apa pun. Namun, ia mengetahui sejak awal bahwa Giana dibayar untuk menjadi Putri dan tetap membiarkan kedua keluarga memperlakukan peran itu seolah benar.
"Aku pikir selama semua orang dewasa di ruangan itu sepakat, tidak ada yang dirugikan," kata Dea. "Tapi persetujuanmu bukan persetujuan Giana untuk setiap akibat. Aku seharusnya memastikan batasnya jelas."
Gama bertanya apakah ia pernah menyimpan foto atau data Giana dari kantor layanan. Dea menjawab ia pernah menerima gambar profil yang dikirim Gama untuk mengenalkan Putri kepada keluarganya, tetapi tak pernah meminta dokumen identitas atau informasi pribadi. Ia bersedia menghapus salinan yang tidak diperlukan setelah mereka menyelesaikan urusan keluarga. Gama berkata penghapusan itu harus dilakukan dengan cara biasa, dan ia tidak akan meminta akses ke perangkatnya.
Mereka membicarakan mengapa Gama sendiri memilih berbohong. Ia mengakui ingin ibunya menerima rencana pertunangan dan merasa kehadiran kakak akan membuatnya tampak lebih siap. Dea berkata ia juga punya kepentingan: ia ingin keluarga mereka berhenti memperdebatkan sejarah lama dan menerima hubungan itu. Keduanya melihat bagaimana keinginan mereka sendiri membuat mereka membenarkan sandiwara.
Namun, Gama menegaskan bahwa motif menghindari konflik tidak membuat semua orang setara dalam tanggung jawab. Giana adalah pekerja kontrak yang dijadikan wajah seseorang tanpa seluruh orang yang terlibat mengetahui atau menyetujui. Dea mengakui bahwa Giana menanggung beban paling langsung ketika nama Aninta dikenali.
Saat kembali ke ruang utama, Dea menyampaikan kepada orang tuanya bahwa ia tidak ingin persoalan ini dipakai untuk mengalihkan pembicaraan dari keputusan mereka. Naumi menyetujui bahwa penjelasan harus dibuat langsung, bukan lewat pesan antar keluarga. Juardi bertanya apakah Gama masih ingin membahas kerja sama lama. Gama menjawab ya, tapi dengan agenda terpisah dan dokumen yang bisa diverifikasi.
Gama meminta Farel menuliskan bahwa tak ada kesimpulan mengenai kecelakaan atau transaksi bisnis dalam pertemuan ini. Farel membaca ulang notulen, lalu semua orang mengoreksi bagian yang menyangkut mereka sendiri. Ketika mereka keluar, belum ada yang meminta maaf atas nama orang lain.
Ketika pertemuan usai, Gama meminta Dea tetap menerima salinan notulen agar ia dapat memeriksa apakah ada kalimat yang keliru. Dea menandatangani bahwa ia telah membaca, bukan bahwa ia menyetujui setiap tafsir. Farel menyimpan versi yang sama untuk semua peserta. Gama tidak membawa pulang ponsel Dea, dan tak ada yang menuntut akses pada percakapan pribadi lain.
Naumi mengucapkan setuju, meski ia tampak masih ingin menjelaskan lebih banyak kepada anaknya.
Pertemuan ditutup tanpa tuntutan baru pada malam itu.