Pintu itu akhirnya dibuka oleh Zachary. Pemandangan mengerikan kembali tersaji di depan mereka seperti tak ada habisnya. Darah di mana-mana begitu pun dengan barang-barang di sekitarnya yang berserakan tak karuan. Tidak hanya itu, Zachary dan yang lainnya dibuat terpaku melihat guru Diana yang terbujur kaku dengan posisi yang amat mengenaskan. Guru Diana berada dalam posisi berlutut tetapi kedua tangannya membentang ke kanan dan kiri ditancapkan pada dua bilah pedang.
“ Tidakkah kekacauan ini amat berlebihan? Apa maksud dan tujuan mereka melakukan semua ini?” Redd bertanya-tanya.
“Aku tak habis pikir dengan semua ini. Kepalaku benar-benar dibuat sakit,” ujar Sera.
Zachary mendekati tubuh guru Diana. Ia pun menyadari kalau darahnya masih mengalir sedikit demi sedikit. “Ya ampun, aku yaki