Mereka berjalan menyusuri jalan tersebut. Dengan minimnya cahaya yang hanya berasal dari sihir Julian membuat jarak pandang mereka terbatas. Belum lama berjalan, Sera menemukan sebuah meja karena tangannya sedikit terbentur ujung meja tersebut.
“Apa kau tidak apa-apa?” tanya Redd.
“Tidak apa-apa, lagi pula tanganku tidak terbentur keras,” sanggah Sera.
Julian mengarahkan cahayanya pada meja tersebut. Sera menemukan sebuah pemantik api dan kebetulan di samping meja tersebut tergantung sebuah lentera. Sera pun mengambil pemantik tersebut dan ia nyalakan lenteranya.
“Mungkin ada beberapa lentera lagi di sekitar sini yang dapat menerangi seisi ruangan,” ujar Hans.
“Biar aku membantu untuk menemukannya.” Julian berkata sambil mengangkat tangannya dengan sihir cahaya menerangi ruangan.