Kereta dengan gerbong yang membawa mereka sudah pergi. Zachary dan yang liannya masih saja terdiam tak melakukan apa pun. Sepertinya mereka masih terkejut dengan keadaan yang dihadapi di depan mata mereka. Sudah seperti stasiun yang ditinggalkan untuk beberapa waktu. Semua pintu ataupun akses keluar masuk di sana pun sepertinya ditutup. Julian tampaknya bingung ingin melakukan apa, ia hanya memandangi rel kereta yang kini sudah kosong melompong. Tak laman, Zachary melepaskan tangannya dari gerobak lalu ia membuka kain yang menutupi setengah wajahnya itu. Ia mendekati papan informasi yang tidak jauh dari tempat kedatangan mereka. Sepertinya Zachary tidak tahan jika mereka hanya diam tak melakukan apa-apa.
“Hei, kemarilah. Kalian harus melihat pengumuman ini!” Zachary memanggil yang lainnya