"Kenapa kau disini Yehana?"
Yehana tersentak, ia membalik tubuhnya untuk menatap Damirn yang berada di ambang pintu, tatapan Damirn begitu dingin, berbanding terbalik dengan beberapa saat lalu yang tatapannya tampak begitu khawatir, di tangan Damirn terdapat sebuah kotak P3K. Yehana memundurkan langkahnya seiring langkah Damirn yang kian maju mendekatinya.
"Ka, kau... orang itu?"
Untuk sesaat Damirn terdiam, "Iya, aku yang mengirimimu coklat, bunga serta baju itu... bukan hanya itu Yehana, aku bahkan menemanimu tidur setiap malam, aku memperhatikanmu setiap hari." Damirn berucap dengan nada yang tenang, membuat tubuh Yehana bergetar, gadis itu meluruh duduk di lantai.
"Aku akan terus bersamamu sepanjang waktu Yehana, terserah kau menginginkan hal itu atau tidak. Apa pun yang terjadi, kau tetap milikku... sekarang, sampai selamanya." Damirn berjalan mendekati Yehana yang meringkuk ketakutan, Pria itu membungkuk lalu meraih dagu Yehana, "Kalau kau ingin bebas, hanya satu jalan keluarnya, yaitu membunuhku." Sambungnya, Air mata Yehana menganak sungai, bola mata cokelatnya menatap mata kelam Damirn.
Damirn melepas jarinya dari dagu Yehana, pria itu berdiri lalu berjalan menjauh."Sinting... dasar sinting..." gumam Yehana pelan,
Menndengar gadisnya membuka mulut membuat Damirn menghentikan langkah. "Aku memang sinting Yehana, sinting karena kau tidak mencintaiku."
STALKER OBJECT
Prologue...