“Jadi? Siapa nama lo tadi?” tanya Rei yang sudah lupa dengan nama seorang gadis disampingnya itu, padahal baru saja gadis itu menyebut namanya.
“Aile! Kau ingat baik-baik A-I-L-E. Aile! Masa lo lupa terus?” Aile terkekeh melihat tingkah lucu Rei.
Mereka setelahnya saling terdiam, bukan karena canggung, tetapi karena sedang menikmati mie yang ada di hadapan mereka. Suasana di sana menjadi hening dan tenang, apalagi melihat hujan salju tebal melalui kaca dari dalam minimarket, tentu saja ada kebahagiaan sendiri karena hal sesederhana itu indah bagi mereka berdua.
“Oh iya Rei, lo sepertinya melupakan gue ya?” tanya Aile membuka suara setelah keheningan yang cukup lama, Aile menoleh ke arah Rei untuk menunggu jawaban dari temannya itu.
“Ntahlah, gue sepertinya amnesia karena me