“Kok nilai lo bisa setinggi itu sih Xan?” Stella bertanya kepada Xander yang sedang melamun, ia sungguh tidak terima Xander mendapatkan nilai sempurna, padahal Sosiologi termasuk mata pelajaran kesukaannya, tetapi bagaimana mungkin nilai dia sangat rendah?
“Iya, gue juga heran deh, bukannya Xander kemarin bilang dia nggak pandai Sosiologi ya?” Sera ikut-ikutan masuk ke pembicaraan Stella.
“Udah woi udah, kalian nggak liat tuh Xander seperti tertekan? Cepat bilang kalian mau pesan apa? Aku mau ke mesin pemesanan nih,” potong Rei disela protes mereka kepada Xander.
“Lo kenapa seakan akan sering bela Xander ya?” tanya Sera ke lain topik.
“Hah? Maksud lo apa?” Rei menatap bingung teman-temannya, tiba-tiba saja mereka menjadi random dan mengerikan.
“Iya juga ya, lo punya hubungan apa sama Xander, Rei?” sambung Stella tiba-tiba.
“Kalian kenapa tiba-tiba gila habis ujian Sosiologi sih? Miris gue liatnya, cepat bilang mau pesan apa?”
“Menurut lo makanan yang cocok untuk sarapan pagi apa?” tanya Stella.
“Lah? Mana gua tau, kan selera makan orang beda-beda.”
“Iya juga, gue pesan kaya biasa aja deh, Sandwich sama s**u coklat,” ujar Stella.
“Gue... hmm apa ya? Gue sereal aja deh Rei,” sahut Sera.
Rei melihat ke teman disampingnya, yaitu Xander. “WOI NDER!” teriak Rei mengangetkan Xander.
“Apa?” jawab Xander dingin. “Dih, lo kok dingin amat, mau pesan apa?” tanya Rei.
“Gue ngikut lo aja deh,” jawab Xander.
“Oke, gue pergi dulu ya.” Rei berlalu pergi meninggalkan temannya itu bertiga.
“Nder, lo lagi mikir apa sih?” Stella akhirnya berhasil mengeluarkan pertanyaan yang dipendamnya sedari mereka dikantin, ia sangat penasaran apa yang dipikirkan Xander, karena habis ujian Sosiologi Xander terlihat tidak fokus dan melamun.
“Nothing,” jawab Xander.
“Dih, sok dingin banget sih lu.” Sera menatap Xander sinis.
“Lo dari mana aja sih? Xander dari dulu kan emang gini, sangat aneh dan misterius.” Stella menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Dulu? Lo temenan sama Xander juga baru semingguan bego.” Sera menolak kepala Stella.
“Lah iya juga, hehe.” Stella cengengesan dan menggaruk kepalanya.
“Gue heran aja sama hasil nilai kalian semua.” Xander akhirnya berbicara lebih dari lima kata.
“Maksud lo?” Stella spontan bertanya dengan pandangan bingungnya.
“Ya.. kar-“ belum sempat Xander bicara, Rei datang memotong pembicaraannya, “Gue balik! Nih sarapannya nonya dan tuan!” seru Rei serasa menyindir ketiga temannya.
“Makasih, babuku baik banget deh.” Sera tersenyum manis kepada Rei, saat itu juga muka Rei berubah masam.
“Dah ah! Lo motong Xander bicara aja, lanjut nder!” seru Stella mempersilahkan Xander lanjut bicara.
“Nggak deh, gue lupa mau bilang apa.”
“Gaje lu ah.” Stella mengambil Sandwich dan s**u cokelatnya dari nampaqn yang di bawa Rei.
Mereka berempat pun akhirnya makan dalam diam, karena sudah menjadi budaya bagi mereka ketika makan tidak boleh berbicara dan melakukan kegiatan lain.
***
“Saya sudah mengirimkan link jawaban pada email kalian masing-masing, silakan diperiksa! Disana hanya tertera lima opsi jawaban saja sebanyak 25 opsi per satu soal.” Semuanya mengecek apa yang dikatakan Azka.
“Sudah? Soal hanya saya buat sebanyak 5 saja untuk mempermudah kalian dalam mengerjaknnya karena waktu ujian matematika ini hanya 60 menit saja. Silakan liat soalnya dipapan tuls ini..” Azka menampilkan 5 buah soal singkat pada papan tulis kaca dan tersambung dengan laptopnya.
“Soal ini hanya akan muncul sekali dalam waktu lima menit dan durasi munculnya hanya semenit saja, hal ini untuk membuat kalian konsesntrasi dan fokus. Tidak ada kertas buram untuk coretan, coret saja semua di kepala kalian. Dan selamat mengerjakan, saya pergi dulu.” Setelah Azka menyelesaikan perkatannya ia pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Starzy mengerjakan semuanya dengan sangat sungguh-sungguh, mereka terlihat membaca soal dengan teliti. Memilih dahulu soal yang menurut mereka paling mudah, lalu mengerjakannya dalam pikiran mereka dan memilih opsi jawaban paling benar diantara 25 opsi jawaban per satu soal yang diberikan.
Ketentuan Ujian
1. Terdiri dari 5 soal pilihan ganda.
2. Waktu ujian selama 60 menit.
3. Jika jawaban benar akan diberi poin +50, jawaban salah diberi poin -25, dan tidak dijawab akan diberi poin -5.
4. Selamat mengerjakan.
Soal Ujian.
1. Bagaimana dua berasal dari satu?
2. Asal usul 0 dan 1.
3. Hubungan filsafat dan matematika.
4. Ilmu dasar matematika dan konsep yang membentuknya.
5. Hitunglah 123456789 pangkat 7.
***
Rei melemparkan dirinya ke kasur, ia sungguh lelah hari ini. Bagaimana mungkin sekolah ini bisa segila ini? Mereka baru saja seharian menyelesaikan ujian sebanyak 17 mata pelajaran dan itu sedikit membuat bingung Rei.
Mr. Robert memberitahukan kepada mereka bahwa ujian yang diadakan meliputi materi 3 bab pertama dalam semua mapel. Tapi, setelah ia melewati ujiannya, itu lebih terlihat seperti materi dasar dan konsep dasar. Bukan sembarangan sekedar teori dasar saja, tetapi konteksnya lebih luar biasa dan luas dari memahami teori itu. Bahkan ujiannya melibatkan banyak aspek di luar konteks mata pelajaran tersebut.
“Ah.. sunguh tidak habis pikir.” Rei menghelakan napasnya dan memejamkan matanya.
Sekarang emang sudah menunjukkan pukul satu dini hari, mereka menyelesaikan ujian terakhir yaitu Biologi tepat di jam 12 malam, dan pada saat itu para Starzy menghelakan napas mereka lega. Capek yang mereka rasakan saat ujian seperti berlari beratus kilometer. Bahkan saat pulang bersama memakai bus khusus, sebagian dari mereka tertidur karena saking lelahnya.
Dan disinilah Rei sekarang, sudah selama setengah jam ia memejamkan matanya dan hanya berimajinasi tanpa berniat untuk tidur. Ia membuka matanya dan menatap sekelilig mencari makanan. Ya, dia lapar sekarang. Dengan melawan rasa malasnya ia akhirnya berdiri dan mengambil makanan ringan pada lemari, tidak lupa s**u vanila dingin di kulkas untuk menaikkan dopamminnya, sehingga ia nanti bisa tertidur nyenyak setelah mengisi perut kosongnya.
Rei kembali ke tempat tidurnya dan mengambil ponselnya, ia ingin menonton sebuah film berdurasi sekitar 60 menit untuk membuatnya dapat tertidur. Sambil makan makanan ringan dan minum s**u dinginnya, Rei terlihat menonton dengan menyandarkan punggungnya pada sisi kepala tempat tidur ukuran king size-nya.
Setelah setengah jam berlalu, Rei mulai merasakan kantuk pada matanya, ia memutuskan untuk melanjutkan filmnya sebentar hingga selesai.
“Drrt..” sebuah notifikasi masuk ke ponsel Rei.
Rei mengambil ponselnya yang disandarkannya pada bantal di depannya, ia mengecek siapa yang malam-malam mengiriminya pesan singkat.
Xera : Lo kenapa belum tidur?
Rei mengerutkan keningnya, ada hal apa Xera mengiriminya pesan malam malam begini? Lagian dia tau darimana kalau Rei belum tertidur?
Lo sendiri?
Gue lagi nonton
Lo tau darimana gue belum tidur?
Awalnya gue cuma iseng chat lo,
Taunya lo emang belum tidur, wkwk.
Aneh lu, dah ya, gue mau lanjut nonton.
Read.
“Kenapa sih nih orang?” gerutu Rei.
Rei setelahnya terlihat bodoamatan dan melanjutkan kembali aktivitasnya menonton film yang tadi sempat terpotong, ia tidak menyadari bahwa ada seseorang yang masih dengan setia mengawasinya di balkon kamarnya.