Xera sedang mempelajari beberapa hal tentang bahasa pemrogaman komputer yang menurutnya cukup sulit dan ribet. Ia mempelajari hal itu karena diperintah langsung oleh Ayahnya sendiri, entah untuk apa, tetapi kata Ayahnya itu nanti akan berguna suatu saat. Tentu saja Xera mengiyakan dan hanya percaya saja ke Ayahnya, terlebih lagi Ayahnya itu bisa memprediksi masa depan. Xera kurang percaya tentang hal itu, tetapi banyak dari ucapan Ayahnya itu tentang masa depan selalu benar dan menjadi kenyataan, makanya ia hanya mengikuti saja apa kata Ayahnya itu.
Sebuah buku tebal ada di hadapannya sekarang, lebih tepatnya di atas meja balkon kamarnya. Sambil menikmati udara pagi, Xera membaca buku itu dengan niat yang membara pada awalnya, tetapi di pertengahan ia merasa malas yang luar biasa karen