Terlahir dari keluarga yang berkecukupan tidak menjamin seseorang bisa bahagia, Ama sebutan untuk seorang remaja wanita yang berusia tujuh (7) tahun yang hidup dan besar dari pengusaha, papa nya seorang pengusaha perkebunan dan ibu nya berbisnis barang - barang bermerk dan mewah
Ama adalah anak tunggal dan satu - satu nya pewaris dari semua harta orang tua nya
Sejak kecil Ama bukanlah anak yang aktiv tetapi selalu berprestasi di sekolah secara akademis, Ama hanya memiliki beberapa teman saja, yaitu Diko anak pembantu dan penjaga rumah nya yang suka satu kelas dengan Ama dan juga memiliki teman bernama Meli, teman sekelas Ama dan Diko
Mereka bertiga menjadi teman yang akrab sampai kejenjang sekolah menengah mereka
Dikarenakan orang tua Ama sibuk dengan urusan masing-masing, dan jarang sekali bertemu atau bahkan sebulan sekali saja susah untuk menemukan waktu bersama
Dulu sebelum orang tua Ama sesukses sekarang, mereka sering menghabiskan waktu bersama, namun disaat usaha papa dan mama Ama sama - sama sukses dan maju, waktu untuk bersama adalah sesuatu yang berharga dan sulit untuk didapatkan
Ketika Ama, Diko & Meli berusia 14-15 tahun, mereka mulai masuk SMA mereka mulai mengenal orang - orang baru, tetapi persahabatan mereka tetap kuat dan selalu menghabiskan waktu bersama
Sepulang sekolah, mereka menghabiskan waktu di rumah Ama, selain untuk mengerjakan tugas sekolah, tetapi juga untuk bermain dan mengikuti perkembangan remaja seumuran mereka
Hari itu, kedua orang tua Ama pulang dalam waktu bersamaan, tetapi terdengar suara yang sangat keras dikamar orang tua Ama, sehingga membuat Diko dan Meli segera pulang kerumah mereka masing - masing
Meli :"Ama , aku pulang dulu ya, gak enak nih, kamu jaga diri ya, kalau ada apa - apa kabari ya"
Diko :"Aku juga mau cabut ya"
Diko dan Meli segera keluar dari kamar Ama dan tinggal Ama sendiri, suara keributan itu semakin keras, orang tua Ama saling menuduh bahwa mereka selingkuh dari pasangan mereka masing - masing
"Aku tahu, kamu tinggal satu rumah dengan sekertaris kamu dan itu tidak jauh dari perkebunan mu"
ucap ibu nya Ama kepada suaminya dan dibalas dengan argumen papa nya Ama
"Bukan aku tidak tau, kamu sering keluar kota itu kamu dan sopir mu sedang enak - enak di hotel berdua, karena aku tau kalian hanya memesan satu kamar"
ucap papa nya Ama kepada istrinya,
Memang istirnya sering keluar kota dan dia bersama sopir nya
Terdengar suara bendah kaca yang pecah, Ama hanya terdiam dikamar sambil menangis, secara tidak langsung jangankan mendapatkan kasih sayang dan waktu dari kedua orang tua nya
Ketenangan saja tidak didapatkan
Terlihat, ibu Ama keluar dari kamar membawa tas yang cukup besar
"Kamu mau kemana, kalau kamu nekad pergi jangan pernah kembali lagi kerumah ini" Ucap papa Ama sambil menunjuk ibu Ama yang bergegas keluar dari rumah
Ama :" Ibu mau kemana ?" tanyanya kepada ibu nya
Ibu :" Papa mu mengusir ibu, dan lebih memilih selingkuhannya "
Ama :" ibuuuuuuu....."
teriak Ama kepada ibu nya, dan ibu nya langsung pergi bersama supir pribadi nya,
"Lihat ibu mu, dia tega meninggalkan kamu demi bisa bahagia bersama sopir nya " ucap papa Ama
Pembantu dirumah Ama hanya bisa terdiam melihat kejadian malam itu
Ama kembali ke kamar nya dan menangis semalaman,
Kesokan hari nya Ama tidak masuk sekolah, karena merasa kurang sehat, sore hari nya Diko dan Meli datang untuk melihat Ama dan berusaha menghibur Ama
Selang beberapa Hari, Ama kembali masuk sekolah seperti biasa
Dua tahun sudah Ama bersekolah, dan satu Tahun lagi Ama akan lulus dari sekolah menengah atas nya
Siang hari nya, Ama & Meli bertemu dengan Diko dan mereka berencana ke salah satu Mall yang ada di kota, kebetulan Diko mau mengenalkan dua teman nya kepada Ama dan Meli
Diko :"Nanti aku akan kenalkan kalian berdua dengan dua teman ku, mereka ganteng - ganteng"
Mendengar itu, Meli langsung menjawab
Meli :"Kamu tau Diko , kita selama ini tidak memiliki banyak teman yang akrab, jadi aku harap kamu tidak salah mengenalkan orang "
disambut juga oleh Ama
Ama :"Benar Diko"
Ya Memang Ama dan Meli termasuk remaja yang membatasi pertemanan mereka, karena mereka tidak mau, jika ada pengaruh buruk dari luaran sana
Diko :"Tenang mereka orang baik, bahkan mereka cukup berprestasi disekolah nya, jadi tentu tidak akan menganggu aktiftas belajar kita "
Dan akhirnya Ama dan Meli setuju untuk bertemu dan berteman,
Mereka masuk kedalam kafe untuk sekedar memesan makan dan minum, sambil menunggu teman Diko yang akan dikenalkan
"Hey , disini" teriak Diko kepada dua remaja laki - laki yang suka fitnes ini, terlihat dari badan nya yang lebih berisi dan berotot
Diko langsung mengenalkan mereka
Diko :" Nah ini Fredi dan ini Satrio "
Mereka berempat saling berkenalan,
"Haii aku Ama"
"Haii aku Meli"
"Haii aku Fredi"
"Haii aku Satrio"
Hari itu mereka mulai bercerita satu sama lain, sausana agak mencair, dan sesekali Fredi memandangi wajah Ama, Fredi mulai tertarik dengan pandangan pertama terhadap Ama
Dan setelah mereka akan pulang,
"Ama pulang nanti aku antar ya, ucap Fredi
"Bareng yang lain juga ya ? jawab Ama
"Tidak, aku dan Diko masih ada urusan nanti sekalian Meli pulang bareng kita,, Ucap Satrio
"AYO MA" ucap fredi sambil menarik tangan Ama, seketika Ama terkejud dan kaget tapi tidak bisa menolak
Sepanjang jalan, sesekali Fredi membuka pembicaraan agar suasana tidak menjadi hening, dan dijawab oleh Ama dengan singkat,
Fredi mengerti bahwa Ama masih cangung dan membatasi diri, dan sesampai nya didepan rumah Ama, Ama turun dann berkata
Ama :"Terima kasih ya Fred"
Fredi :"Sama - sama, aku tidak diajak masuk dulu nih"
Ama :"Gak enak dirumah lagi tidak ada orang"
Ama langsung masuk dan menutup pagar rumah dan Fredi sambil tersenyum dan melanjutkan mobil nya
Memang semenjak orang tua Ama tidak lagi bersama, Ama hanya tinggal dengan keluarga Diko, walaupun orang tua Diko rumah nya tidak jauh dari Rumah Ama, tetapi dia tinggal dirumah Ama karena merasa kasihan dengan Ama yang tinggal sendirian,
Papa Ama hanya seminggu sekali pulang kerumah dan itupun tidak lama, hanya mengecek saja, dan sering sekali tidak ketemu dengan Ama
Hari berlalu ...
Dan kedekatan antara Fredi dan Ama semakin intim, Fredi sering mengantar Ama pulang, dan sesekali karena sudah sering, Ama mengizinkan Fredi masuk untuk minum atau mengobrol,
Suatu hari ketika mereka mengobrol, dan merasa rumah sedang tidak ada orang, Fredi mencoba merangkul pinggang Ama sambil duduk dikursi tamu, dan Ama hanya menoleh nya dengan senyuman
Memang semenjak kehadiran Fredi, hari - hari Ama menjadi semakin ceria, karena dia merasa memiliki orang yang sayang kepada nya, dan benar - benar perduli
Saat itu mereka semua akan menyambut kelulusan sekolah, dan mereka melakukan aksi coret - coret, walaupun Fredi dan Satrio berbeda sekolah dengan Ama, Diko dan Meli, tetapi mereka merayakan nya bersama
Tepat setelah mereka selesai merayakan kelulusan mereka, seperti biasa, Fredi mengantar Ama pulang, teman nya Diko , Satrio dan Meli mengerti akan hal tersebut
Tetapi hari itu, setelah merayakan kelulusan dan mengantar Ama pulang, malam nya Fredi datang untuk mengajak Ama mencari makan dan juga melanjutkan merayakan kelulusan
Malam itu Ama sangat cantik dengan setelan Kaos sederhana,
Karena memang Ama type perempuan yang santai
Fredi terpesona dengan tampilan sederhana dan kecantikan Ama
"Kamu cantik banget malam ini" ucap Fredi
Ama hanya tersenyum dan berkata :"Buruan jalan"
Sesampai nya ditempat makan malam, walaupun sudah menjalin hubungan hampir satu tahun tetapi fredi belum menyampaikan perasaan nya terhadap Ama, dan malam itu Fredi menyampaikan nya
Fredi :"Ama, sudah lama aku mau mengatakan ini, tetapi aku harus mencari waktu yang tepat dan aku rasa Malam ini adalah malam yang tepat itu "
Ama :"memang kamu mau mengatakan apa ?"
Fredi :"Ama, aku sayang kamu, aku cinta sama kamu, maukah kamu menjadi bagian terpenting dalam hidup ku dan menghabiskan seluruh hidup mu bersam ku ?"
Ama terdiam sambil mengunyah
Fredi :"Kamu mau jadi pacar aku ma?"
ungkap Fredi sambil memegang tangan kiri Ama , dan dengan senyuman Ama berkata
"Iya aku mau"
dan Fredi tersenyum dan kata "terima kasih "
Setelah mereka makan malam, Fredi mengajak Ama kesebuah tempat, karena ingin memberikan kejutan untuk Ama, dan Ama berkata
"Kenapa kita ke Hotel ?"
ujar Ama
"Kejutan nya nanti ada didalam"
ketika mereka menuju salah satu kamar, dan setelah Fredi mengambil kartu untuk membuka pintu kamar, dan saat dibuka
ada kejutan dan didalam kamar tersebut ada Diko, Satrio dan Mila, "Selamat jadian ya, sudah jadi pasangan"
Ama terkejud , ternyata
Diko, Satrio dan Meli memberikan kejutan sebagai ucapan selamat kepada Ama, karena sudah lulus dan punya pasangan
Ama terharu dan memeluk teman nya satu persatu
Malam itu mereka menghabiskan waktu bersama dikamar hotel tesebut, mereka habiskan malam tersebut dengan makan - makan dan bernyanyi sampai jam 2 pagi, mereka putuskan untuk pulang dan seperti biasa Fredi mengantar Ama pulang