Rendra ditemukan lebih cepat daripada dugaan. Ia tinggal memakai identitas berbeda di sebuah kota pesisir. Setelah membaca berita pemulangan Wiratama, ia menghubungi pengacara dan meminta perlindungan.
Rendra mengaku menyimpan salinan data sebagai jaminan keselamatan. Ia tidak terlibat pada malam kematian Sita, tetapi mengetahui Wiratama memerintahkan penghapusan bukti setelah menerima telepon Damar.
Ia bersedia pulang jika keluarganya dilindungi.
Archen mempertanyakan mengapa Rendra baru muncul setelah bertahun-tahun.
"Karena orang sering memilih aman sampai rasa aman itu hilang," kata Tira.
"Mama gak punya waktu memilih aman."
"Iya."
Tira tidak mencoba membela Rendra. Kesaksiannya dapat membantu, tetapi keterlambatan tetap memiliki harga.
Sementara penyidik mengatur kepulangan, Athena mengikuti pelatihan mahasiswa baru daring. Ia mendapat teman bernama Laras yang juga berasal dari luar kota. Mereka berencana tinggal di lingkungan yang sama.
Archen merasa lega Athena memiliki teman, kemudian cemburu karena Laras sudah mengetahui lebih banyak tentang jadwal kampus daripada dirinya.
"Gue gak bisa jadi orang pertama untuk semua hal," katanya dalam konseling.
"Apakah menjadi penting harus selalu berarti menjadi yang pertama?" tanya psikolog.
Pertanyaan itu dibawa Archen ke pertemuan dengan Athena.
"Gue takut nanti hidup lo di Yogya penuh dan gue cuma dapat sisa waktu," katanya.
"Kalau gue merasa lo cuma ngasih sisa waktu, gue juga bakal bilang. Kita sama-sama bisa sibuk."
Mereka menyusun pola awal: dua panggilan terjadwal per minggu dan pesan bebas tanpa tuntutan balasan cepat. Kunjungan direncanakan berdasarkan kemampuan, bukan sebagai tes cinta.
Jessie menghadapi jenis hubungan yang belum memiliki nama. Ia dan Kheanu semakin sering belajar bersama, tetapi tidak ada sentuhan romantis setelah ciuman di pipi. Pada suatu sore, Kheanu mengaku perasaannya terhadap Athena sudah berubah.
"Gue masih sayang sebagai teman. Tapi gue gak lagi nunggu dia putus," katanya.
Jessie menahan harapan agar tidak melompat terlalu jauh. "Terus?"
"Gue suka sama lo. Yang sekarang, bukan Jessie yang gue bayangin bisa jadi pengganti."
"Lo yakin?"
"Belum seratus persen."
"Bagus. Gue juga belum yakin bisa pacaran tanpa balik jadi posesif."
Mereka sepakat berkencan perlahan tanpa status selama tiga bulan. Kheanu tertawa karena hubungan mereka terdengar seperti masa percobaan Athena dan Archen.
"Jangan bilang Dean. Dia bakal bikin formulir," kata Jessie.
Kencan pertama berlangsung di program membaca anak. Kheanu membantu menata buku dan berakhir dikerumuni bocah yang meminta gambar dinosaurus. Gambar buatannya lebih mirip ayam berkaki empat.
Jessie tertawa sampai sakit perut.
Di rumah, ayah Jessie mengetahui Kheanu dekat dengan putrinya. Ia memanggil Kheanu dan menanyakan latar keluarga serta pendapatan toko dengan nada merendahkan.
"Saya belum melamar anak Om," jawab Kheanu. "Kami sedang saling mengenal."
"Kamu tahu hidup Jessie mahal?"
"Jessie sedang belajar menentukan hidupnya sendiri."
Kheanu pulang dengan marah, tetapi tidak meminta Jessie memilih antara dirinya dan keluarga.
Rendra tiba di Indonesia secara rahasia pada malam yang sama. Sebelum sempat memberi keterangan resmi, kendaraan pengawalnya diikuti dua mobil tanpa pelat.
Polisi berhasil mengubah rute. Rendra selamat.
Jaringan Wiratama ternyata belum berhenti bergerak, bahkan ketika pemimpinnya berada dalam tahanan.
Rendra ditempatkan di lokasi perlindungan. Kesaksiannya dilakukan melalui sambungan tertutup. Ia menyerahkan penyimpanan data asli beserta catatan yang menunjukkan beberapa petinggi perusahaan Wiratama masih membayar orang untuk mengintimidasi saksi.
Dua orang ditangkap terkait pengejaran kendaraan. Salah satunya mantan petugas keamanan perusahaan.
Pengacara Wiratama menyatakan kliennya tidak dapat bertanggung jawab atas tindakan pegawai. Jaksa menunjukkan transfer dari rekening perusahaan setelah Wiratama ditahan. Perintah mungkin berasal dari orang lain dalam direksi.
Kasus berkembang melampaui satu terdakwa. Archen mulai memahami mengapa penyelesaian hukum memerlukan waktu. Jaringan yang dibangun bertahun-tahun tidak runtuh dalam satu sidang.
Ia memilih hadir saat Rendra memberi kesaksian tentang server, bukan tentang malam kematian Sita. Archen duduk di ruang terpisah bersama psikolog dan dapat keluar kapan saja.
Rendra menjelaskan Sita pernah meminta bantuan menyalin data. Ia berniat menyerahkannya kepada jurnalis, tetapi Rendra takut. Ia hanya memberikan satu akses dan kemudian menghilang.
"Saya meninggalkan dia menghadapi risiko sendiri," katanya.
Archen tidak memaafkan melalui layar. Ia menulis satu pertanyaan untuk jaksa: Apakah Sita pernah mengatakan mengapa ia mengambil risiko?
Rendra menjawab, "Dia bilang kalau semua orang yang takut memilih diam, anak-anak mereka akan mewarisi orang yang sama."
Kalimat itu tinggal dalam pikiran Archen. Mamanya bukan hanya korban. Ia seseorang yang berusaha menghentikan jaringan, meski pilihan itu tidak menghapus kenyataan bahwa dirinya juga terjebak dalam kekerasan rumah tangga.
Setelah sesi, Archen pergi ke makam tanpa media. Ia tidak membawa berita atau dokumen, hanya bunga dan kue buatan Bi Ijah.
"Sen akan belajar hukum," katanya. "Tapi Sen gak janji jadi pahlawan. Sen cuma janji gak sengaja memilih diam kalau punya kesempatan aman untuk bicara."
Athena mempersiapkan keberangkatan yang tinggal satu bulan. Barang-barang memenuhi ruang tamu. Bunda berkali-kali menambah alat dapur yang tidak dibutuhkan.
"Athena bisa beli di Yogya," protesnya.
"Yang di rumah sudah ada."
"Kalau dibawa semua, rumah baru Athena jadi gudang."
Syarif diam-diam memasukkan kotak obat dan nomor darurat ke koper.
Archen membantu memilih buku. Ia menemukan foto masa SMP Athena bersama Bima dan tidak lagi merasa terancam. Dunia Athena telah ada sebelum dirinya dan akan terus bertambah.
Kheanu dan Jessie menjalani masa saling mengenal. Pertengkaran pertama terjadi ketika Jessie membatalkan janji membantu toko karena ayahnya memanggil konseling keluarga. Ia lupa memberi kabar.
Kheanu menunggu dua jam dan marah.
"Gue bukan Athena yang dulu pernah lo tunggu," kata Jessie defensif.
"Gue gak pernah bilang begitu. Ini soal lo gak kasih kabar."
Jessie sadar dirinya menggunakan kecemburuan lama Kheanu untuk menghindari kesalahan sendiri. Ia meminta maaf dan menjelaskan keadaan.
Mereka membuat kesepakatan yang sama sederhananya dengan hubungan lain: satu pesan cukup ketika rencana berubah.
Konseling keluarga Jessie tidak menghasilkan keajaiban. Ayahnya masih menganggap pendidikan anak pilihan rendah. Namun ia mengakui terlalu sering mengganti kehadiran dengan uang.
"Papa gak tahu cara dekat sama kamu," katanya.
"Mulai dari tanya, bukan memerintah," jawab Jessie.
Percakapan itu canggung, tetapi untuk pertama kalinya mereka makan malam tanpa ayahnya menerima telepon kerja.
Menjelang kepindahan Athena, Archen merasa serangan panik kembali sering muncul. Ia khawatir semua kemajuan palsu.
Psikolog mengingatkan bahwa kemunduran saat menghadapi perubahan bukan kembali ke titik awal. Archen kini mengenali tanda, mencari bantuan, dan tidak menyalahkan Athena.
Perpisahan belum terjadi, tetapi tubuhnya sudah berduka lebih dulu.